Perempuan Bertubuh Gemuk Tetap Bisa Tampil Percaya Diri

  • 10 Apr 2026 12:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perempuan bertubuh gemuk kerap kali menghadapi stigma sosial yang menuntut standar kecantikan tertentu. Tubuh langsing sering dijadikan patokan ideal, sehingga banyak perempuan merasa kurang percaya diri jika tidak sesuai dengan standar tersebut. Padahal, kepercayaan diri seharusnya tidak ditentukan oleh ukuran tubuh, melainkan bagaimana seseorang menerima dan menghargai dirinya sendiri.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Body Image pada 2019 dan dirangkum dalam berbagai penelitian lanjutan yang dipublikasikan pada sciencedirect.com, disebutkan bahwa citra tubuh positif berkaitan dengan kesejahteraan emosional dan psikologis yang lebih baik. Di dalam penelitian tersebut juga menegaskan bahwa “positive body image is related to greater emotional and psychological well-being” atau citra tubuh positif berkaitan dengan kesejahteraan emosional dan psikologis yang lebih baik.

Tekanan sosial dan media juga menjadi faktor yang memengaruhi rasa percaya diri perempuan. Penelitian tahun 2018 oleh University of Liverpool tentang representasi tubuh perempuan di media sosial menemukan bahwa standar kecantikan yang sempit sering kali memengaruhi cara perempuan memandang tubuhnya sendiri. Hal ini membuat banyak perempuan merasa tidak cukup baik hanya karena tidak sesuai dengan gambaran ideal yang ditampilkan.

Namun, tren global mulai menunjukkan perubahan melalui gerakan body positivity. Studi dari University of the West of England (2018) berjudul "Body positive, social media content can lift body image and mood, new study finds" menemukan bahwa paparan konten body positive di media sosial dapat meningkatkan suasana hati dan kepuasan tubuh. Ini menjadi bukti bahwa persepsi terhadap tubuh bisa dibentuk secara positif.

Kepercayaan diri perempuan bertubuh gemuk juga dapat dibangun dari cara pandang terhadap diri sendiri. Penelitian terbaru dalam Behavioral Sciences (2024) menunjukkan bahwa penerimaan diri terhadap citra tubuh berperan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis. Dengan kata lain, menerima tubuh apa adanya menjadi langkah penting untuk hidup lebih sehat secara mental.

Di tengah berbagai tekanan tersebut, penting bagi perempuan untuk menyadari bahwa setiap tubuh punya keunikan. Kepercayaan diri tidak datang dari memenuhi standar orang lain, tetapi dari kemampuan menghargai diri sendiri. Mengurangi paparan konten yang memicu perbandingan negatif serta memperbanyak lingkungan yang suportif dapat membantu membangun rasa percaya diri.

Perempuan bertubuh gemuk tetap berhak merasa cantik dan percaya diri. Dukungan dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerimaan tubuh bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan mental dan kualitas hidup. Dengan memahami hal ini, perempuan dapat lebih berani mencintai dirinya sendiri tanpa harus terikat pada standar kecantikan yang sempit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....