Bekerja Sambil Mendengar Musik: Menapa Ada yang Fokus dan Ada yang Terganggu?
- 09 Apr 2026 16:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Bekerja sambil mendengarkan musik telah menjadi kebiasaan banyak orang, terutama di era digital saat ini. Namun menariknya, tidak semua orang merasakan manfaat yang sama. Sebagian merasa lebih fokus dan produktif, sementara yang lain justru terganggu dan sulit berkonsentrasi. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang cukup kompleks.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan efek positif terhadap suasana hati dan motivasi. Artikel kesehatan dari Healthline.com berjudul "Does Listening to Music Help You Study or Concentrate on Work?" pada 2025 menyebutkan bahwa musik dapat “mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati,” yang pada akhirnya membantu seseorang bekerja lebih efektif. Dalam kondisi ini, musik berfungsi sebagai pemicu emosi positif yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan.
Tak hanya itu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Research (2020) menemukan bahwa musik latar yang disukai dapat meningkatkan kondisi “task-focus” atau fokus pada tugas dengan mengurangi pikiran yang mengembara. Artinya, bagi sebagian orang, musik justru membantu menjaga perhatian tetap stabil, terutama saat mengerjakan tugas yang monoton atau berulang.
Namun, efek ini tidak berlaku untuk semua orang. Dalam artikel yang dipublikasikan oleh medicalnewstoday.com pada 2023 menegaskan bahwa musik juga bisa menjadi distraksi, terutama jika memiliki tempo tinggi atau mengandung lirik. Hal ini terjadi karena otak harus membagi perhatian antara tugas utama dan suara musik, sehingga beban kerja memori meningkat.
Penelitian sejak 2017 yang juga dipublikasikan di medicalnewstoday.com juga menunjukkan bahwa musik dapat mengganggu kemampuan otak untuk menyimpan dan memproses informasi sementara. Ketika kapasitas ini terbagi antara musik dan pekerjaan, performa kognitif bisa menurun, terutama pada tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti membaca atau analisis data.
Faktor kepribadian juga berperan penting. Studi menunjukkan bahwa individu ekstrovert cenderung lebih mampu bekerja dengan musik dibanding introvert, yang lebih sensitif terhadap gangguan suara. Selain itu, preferensi pribadi terhadap jenis musik sangat menentukan apakah musik akan membantu atau justru mengganggu.
Jenis pekerjaan juga menjadi penentu utama. Dalam ulasan penelitian di Human Resource Management Review (2019), disebutkan bahwa musik lebih efektif untuk tugas sederhana atau repetitif, tetapi bisa menurunkan performa pada tugas kompleks yang membutuhkan pemikiran mendalam . Inilah sebabnya banyak orang merasa nyaman mendengarkan musik saat melakukan pekerjaan rutin, tetapi memilih suasana hening saat harus berpikir keras.
Para ahli menyarankan beberapa cara agar musik tetap bermanfaat saat bekerja. Misalnya, memilih musik instrumental tanpa lirik, menjaga volume tetap rendah, serta menyesuaikan dengan jenis pekerjaan. Jika tugas membutuhkan fokus tinggi, bekerja tanpa musik sering kali menjadi pilihan yang lebih efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....