Mitos Kucing Hitam Bawa Sial, Benarkah?

  • 04 Apr 2026 18:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kepercayaan bahwa kucing hitam membawa sial masih hidup di berbagai masyarakat. Namun, klaim ini lebih banyak bersumber dari mitos budaya ketimbang bukti ilmiah yang kuat.

Melansir publikasi ilmiah Animals dari MDPI, keyakinan negatif terhadap kucing hitam sering berkaitan dengan takhayul orang, bukan karena ada sifat khusus pada kucing tersebut. Menurut penelitiannya, “individuals who endorse superstitious beliefs are more likely to evaluate black cats negatively than those who do not,” yang berarti orang yang percaya takhayul cenderung menilai kucing hitam lebih buruk dibanding yang tidak mempercayai takhayul.

Penelitian ini menegaskan bahwa persepsi buruk bukan berasal dari fakta biologis atau perilaku unik kucing hitam, tetapi lebih dari faktor psikologis dan budaya.

Selain itu, menurut Encyclopaedia Britannica, kepercayaan kucing hitam sebagai pembawa sial banyak berkembang di Eropa pada abad pertengahan ketika hewan ini dikaitkan secara keliru dengan praktik ilmu sihir. “In the Middle Ages in Europe, black cats became associated with witches’ familiars, and superstition led many to believe they brought bad luck,” terang ensiklopedia tersebut.

Sementara itu, studi dalam jurnal Anthrozoös menunjukkan bahwa pandangan ini tidak universal di seluruh budaya. Dalam beberapa tradisi, kucing hitam justru dianggap pembawa keberuntungan. Salah satu kutipan dalam studi itu menyatakan, “in certain maritime communities, black cats were thought to protect sailors and bring safe passage,” yang berarti di beberapa komunitas pelaut, kucing hitam dipercaya melindungi dan membawa keselamatan.

Dengan demikian, dari sisi ilmiah dan sejarah budaya, tidak ada bukti faktual bahwa kucing hitam benar-benar membawa sial. Sebaliknya, persepsi tersebut lebih merupakan hasil takhayul dan interpretasi budaya yang berbeda antar daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....