Wayang Topeng Panji Dipentaskan di Surabaya

  • 11 Feb 2026 05:39 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pergelaran Wayang Topeng Malangan di Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian pelestarian warisan budaya daerah.

Pagelaran mengangkat lakon “Candrasmara” yang sarat nilai filosofis kehidupan. Acara berlangsung di Pendapa Jayengrana, Taman Budaya Jawa Timur.

Pertunjukan dijadwalkan pada Selasa, 10 Februari 2026. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dan terbuka untuk umum.

Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Deddy Hariyono, mengatakan kegiatan ini bentuk komitmen pelestarian seni tradisi. Menurutnya, Wayang Topeng Malangan harus terus diperkenalkan lintas generasi.

“Wayang Topeng Malangan adalah identitas budaya Jawa Timur yang harus terus dihidupkan,” ujar Deddy, Selasa, 10 Februari 2026.

Lakon “Candrasmara” dipilih karena memiliki pesan universal tentang kesetiaan dan pengorbanan. Kisah Panji dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Cerita disampaikan melalui tari topeng, gamelan, dan narasi dalang. Unsur tersebut menghadirkan pesan moral secara estetis dan mendalam.

Pagelaran menampilkan Grup Seni Tari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya. Kolaborasi seniman senior dan mahasiswa memperkuat regenerasi pelaku seni.

“Kolaborasi ini penting agar tradisi tidak terputus dan tetap berkembang,” kata Deddy. Ia menilai peran generasi muda sangat strategis.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa pagelaran itu juga bagian dari rangkaian workshop pendokumentasian warisan seni budaya yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim pada 2026.

“Topeng Panji ini kami jadikan objek dalam workshop dokumentasi. Peserta dilatih membuat video pendek atau dokumenter dengan kualitas yang baik, dan objeknya adalah kebudayaan,” ujarnya.

Workshop tersebut, diikuti oleh peserta dari unsur humas dan tim dokumentasi dinas kebudayaan pariwisata kabupaten/kota se-Jawa Timur. Program itu bertujuan meningkatkan kapasitas SDM daerah agar mampu mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal secara profesional dan berkelanjutan.

Dalam satu rangkaian kegiatan, Taman Budaya Jatim tidak hanya menggelar pelatihan teknis, tetapi juga membuka ruang apresiasi publik melalui pagelaran seni yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Dalam satu kegiatan, kami bisa meningkatkan kapasitas SDM dokumentasi sekaligus melibatkan masyarakat. Objek yang didokumentasikan juga bisa dinikmati langsung oleh publik,” tuturnya.

Selain peningkatan kapasitas, ia menyebut bahwa kegiatan itu juga menjadi sarana memperkenalkan ragam seni budaya Jatim yang memiliki potensi besar untuk dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Workshop yang berlangsung pada 10-11 Februari 2026 itu, untuk hari pertama diisi dengan pemaparan materi dan praktik pengambilan gambar di lapangan, sementara hari kedua difokuskan pada presentasi dan penilaian hasil karya peserta oleh para narasumber.

“Hasil dokumentasi peserta nanti akan kami unggah di kanal YouTube resmi Taman Budaya Jatim. Ke depan, mereka juga kami dorong untuk mengembangkan dan mempromosikan budaya di daerah masing-masing,” ucapnya.

Wayang Topeng Malangan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Status tersebut menegaskan pentingnya upaya pelestarian berkelanjutan.

Deddy mengajak masyarakat Surabaya dan wisatawan untuk hadir menyaksikan pertunjukan. Menurutnya, apresiasi publik menjadi energi utama keberlangsungan seni tradisi.

“Taman Budaya Jawa Timur terbuka sebagai ruang belajar dan apresiasi seni,” ucapnya. Ia berharap masyarakat memanfaatkan ruang budaya secara aktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....