Musik Daul Madura, Dari Tradisi Sahur ke Hiburan

  • 22 Okt 2024 06:11 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Musik Daul, seni tradisional khas Madura, memiliki sejarah panjang sebagai pengiring tradisi Ramadan. Bermula pada tahun 1980-an, musik ini awalnya berfungsi membangunkan sahur dan mengamankan lingkungan dari kriminalitas. Kini, Musik Daul telah berkembang pesat dan menjadi bagian integral dari perayaan budaya di Madura, seperti penyambutan malam lebaran dan Lebaran Ketupat.

Menurut Ach. Farhan Dwi Septiawan, seorang pegiat seni budaya Madura, musik ini awalnya hanya menggunakan alat sederhana seperti kentongan. Namun, seiring perkembangan zaman, alat musik yang digunakan menjadi lebih beragam, termasuk rebana, gendang, saron, dan angklung.

"Musik Daul kini tidak hanya terbatas pada tradisi Ramadan, tetapi juga dipentaskan dalam kirab seni, penyambutan tamu, dan berbagai acara hiburan," ungkapnya kepada rri, Senin (21/10/2024).

Dia menjelaskan menariknya, para pemain musik Daul sering tampil dengan kostum seragam sambil berjalan, bahkan menggunakan kendaraan yang telah disulap menjadi panggung bergerak. Mereka memainkan lagu-lagu daerah, Melayu, dan kasidah dengan perpaduan instrumen tradisional dan kontemporer.

"Musik Daul kini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga wujud kebanggaan Madura yang terus dilestarikan. Farhan menekankan pentingnya generasi muda untuk tetap menjaga dan mengembangkan musik ini, agar nilai-nilai tradisi dan budaya tidak hilang ditelan zaman," terangnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....