Kesenian Jaranan Beradaptasi dengan Musik Modern

  • 19 Okt 2024 03:12 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Kesenian jaranan, salah satu seni tradisional dari Jawa Timur, menampilkan pertunjukan tarian dengan properti kuda lumping yang terbuat dari anyaman bambu. Tarian ini biasanya diiringi musik tradisional seperti gamelan dan kendang, namun seiring perkembangan digitalisasi, musik pengiringnya kini lebih beragam.

Musik jaranan saat ini mulai menggabungkan elemen campursari, memadukan unsur musik tradisional Jawa dengan alat musik modern seperti keyboard, gitar, dan drum. Campursari sendiri mulai populer di Jawa pada akhir 1980-an, dipelopori oleh seniman seperti Manthous.

Hari Wirawan, Dosen Jurusan Seni Karawitan STKW Surabaya, menjelaskan, “Untuk mengikuti perkembangan zaman, musik pengiring jaranan campursari tidak harus terikat pada instrumen tradisional saja. Kita bisa mengkolaborasikan dengan angklung, simbal, bahkan sentuhan musik elektrik.”

Wawan, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya langkah konkret dari pihak terkait, seperti Dinas Pariwisata dan Dewan Kesenian, untuk mengadakan festival budaya dan lomba kesenian. “Dengan banyaknya festival, minat generasi muda untuk mempelajari kesenian daerah akan meningkat, sehingga kita dapat terus melestarikan tradisi di tengah gempuran era digitalisasi,” ujarnya.

Perkembangan musik jaranan campursari menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat beradaptasi dengan perubahan zaman, tetap mempertahankan elemen khasnya namun lebih relevan bagi pendengar masa kini, terutama kalangan muda.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....