Piala Presiden 2026: Persebaya Juara, Bonek Pesta, UMKM Raih Berkah

  • 08 Agt 2026 06:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Suara gemuruh nyanyian suporter, dentuman kembang api, dan kepulan asap flare berwarna hijau merah membumbung tinggi, membelah langit Surabaya. Kota Pahlawan enggan tidur menyambut hasil final Piala Presiden 2026.

Pada babak pamungkas, Persebaya Surabaya berhasil merebut gelar juara setelah mengalahkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 7-6, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di waktu normal. Mapolrestabes Surabaya yang biasanya menjadi tempat pelayanan, berubah menjadi tempat hiburan bagi ribuan suporter yang mengikuti nonton bareng.

Banyaknya suporter yang hadir memaksa kepolisian menutup jalan dan mengalihkan arus lalu lintas.

Ribuan Bonek Mania nonton bareng babak final Piala Presiden 2026 di Surabaya, Kamis 6 Agustus 2026. (Foto: RRI/Fariz Yarbo)

Ratusan meter aspal tertutup oleh suporter yang duduk dengan tertib, beberapa bahkan nekat berdiri dari tembok dinding gedung kosong untuk bisa menyaksikan dengan nyaman. Ribuan pasang mata semua tertuju ke enam layar yang disediakan.

Sesekali nyanyian yel-yel dinyanyikan untuk mengurangi rasa tegang yang menyelimuti. Namun, sengitnya pertandingan membuat rasa tegang terus terasa sepanjang pertandingan berlangsung.

Puncaknya adalah babak adu penalti karena hanya berbekal keberuntungan. Kegagalan Yuran Fernandes mencetak gol di babak adu penalti membuat suporter semakin tegang. "Ya Allah Yuran," teriakan seorang suporter dengan raut kecewa.

Namun, suasana menjadi cair setelah Reza Arya sukses membendung eksekusi pemain Persib, dan Gledson Paixao sebagai eksekutor terakhir sukses menjalankan tugasnya. Lompatan, teriakan, flare, hingga kembang api menjadi luapan emosi kegembiraan yang ditunjukkan oleh ribuan Bonek.

Wahyu, salah satu suporter asal Lebak mengaku senang dengan hasil yang ditorehkan Bajol Ijo karena melepas rindu akan gelar juara. "Sangat bangga dengan gelar juara Piala Presiden ini. Ini pemuas dahaga setelah cukup lama kita menunggu. Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik agar Persebaya bisa menjuarai Liga 1 musim 2026/2027," ujar Wahyu penuh harap.

Berkah UMKM

Tak sekadar menjadi hiburan rakyat, Piala Presiden 2026 menjadi ladang berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Selain yang terlibat saat babak penyisihan di Stadion Gelora Bung Tomo, sepanjang dua kali gelaran nonton bareng memberi berkah bagi pedagang.

Asap putih dengan aroma harum tercium begitu nikmat dari rombong sate milik Hadijah yang berada di seberang pintu gerbang Polrestabes Surabaya. Ia terlihat begitu kewalahan menyajikan pesanan yang ada, bahkan ia dibantu oleh rekannya maupun pembeli agar bisa terlayani dengan cepat.

Hadijah tampak sibuk melayani para pemesan di tengah kegiatan nonton bareng babak final Piala Presiden 2026 di Surabaya, Kamis 6 Agustus 2026. (Foto: RRI/Fariz Yarbo)

Ia mengaku sudah dua kali ia hadir saat babak semifinal dam final. "Biasanya jualan pagi di Kantor Pos Kebon Rojo, tapi pas ada acara ini malam selalu ke sini," kata Hadijah.

Jika dibanding hari biasa, Hadijah mengaku, mendapat omzet yang lebih selama adanya kegiatan Piala Presiden. "Tiap ada nonton bareng kayak gini ya Alhamdulillah mas. Misalnya biasa e dapat Rp100 ribu, bisa dapat Rp200 ribu. Jadi naik 2 kali lipat," ujarnya mengakui.

Tsamara Amany selaku Ketua Organizing Commitee mengatakan, hiburan dan dampak menjadi komitmen yang dijaga oleh kepanitiaan pada turnamen ini. Sepak bola bukan hanya sebagai hiburan namun menjadi pemicu hidupnya ekonomi masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan perputaran ekonomi yang besar selama gelaran dimulai sejak babak penyisihan, semifinal hingga final yang mencapai angka miliaran rupiah. Dan, inilah menjadi salah satu wajah yang ingin diciptakan bahwa sepak bola menjadi instrumen pembangunan, pemersatu dan penguat ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....