Film Pendek Siswa SMKN 12 Bikin Haru

  • 20 Mei 2026 23:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di salah satu pusat perbelanjaan kawasan Ahmad Yani, Surabaya ratusan orang tampak antusias. Mereka tengah menyaksikan CINEPRIME #3, gala premier tahunan karya siswa Jurusan Produksi Film SMKN 12 Surabaya Selasa 19 Mei 2026.

Kursi-kursi terisi oleh orang tua, guru, budayawan, perwakilan industri, sekolah mitra, bahkan tamu internasional. Suasana tegang dan haru terasa ketika siswa bersiap menayangkan tujuh film pendek hasil Tugas Akhir mereka.

Di balik layar, ketua jurusan, Chrisna A. Purnama, menjelaskan ide di balik tema film: “Murid-murid kami hidup dalam notifikasi dan informasi instan. Jarang punya kesempatan berhenti sejenak dan melihat siapa diri mereka sendiri.” Kata-katanya menekankan refleksi diri yang menjadi benang merah setiap film pendek.

Film dokumenter “Pig Feast” karya Watchdoc dan Greenpeace Indonesia disebut Chrisna sebagai contoh bagaimana film bisa menyuarakan isu sosial. “Film punya kekuatan dan daya juang tergantung bagaimana ia digunakan,” ujarnya, menunjukkan bagaimana media kreatif dapat memengaruhi cara pandang masyarakat.

Di tengah riuhnya persiapan, ada kisah inspiratif yang mencuri perhatian. Seorang siswa dari pondok pesantren, yang dibawa wali muridnya untuk belajar film, kini menjadi ketua penyelenggara CINEPRIME #3, Iqbal.

“Saya tidak bisa menjanjikan hal yang lebih baik, tapi saya akan berusaha menjadikan film salah satu keilmuan yang mampu membawa anak tersebut menjadi manusia yang lebih baik,” kata Chrisna mengenang.

Dedikasi siswa terlihat hingga larut malam. “Jam 12.30 malam anak-anak masih di ruang produksi bersama guru-guru,” ungkap Lilik Majidatut Zahro, M.Pd, Kepala SMKN 12 Surabaya. Kerja keras ini, kata Lilik, menjadi bukti semangat generasi muda yang ingin mengekspresikan diri melalui film.

Momen paling haru terjadi saat tujuh film diputar. Para siswa mengenakan kebaya dan jas formal, satu per satu berjalan menghampiri orang tua membawa bunga. Iringan musik dan lantunan puisi menyelimuti ruangan, membuat banyak penonton menitikkan air mata.

“Setiap tahun acaranya semakin bagus dan berkembang,” ujar Dedi, ayah Arsy, siswa kelas 12 Film 1. Kata-katanya menegaskan kebanggaan orang tua yang ikut terbawa emosi melihat anak-anak mereka mengekspresikan diri.

Film The House After You terpilih sebagai yang terbaik. Film bergenre drama keluarga itu mengangkat kisah seorang ayah yang diliputi rasa bahagia sekaligus sedih saat harus merelakan putri semata wayangnya menikah dan meninggalkan rumah.

Drama keluarga ini menjadi penutup emosional yang membuat seluruh penonton terhanyut. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh siswa, guru, dan tamu undangan. CINEPRIME #3 meninggalkan jejak haru, kebanggaan, dan inspirasi, membuktikan bahwa film bukan sekadar hiburan, tapi juga medium untuk memahami diri dan dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....