Keajaiban Kembar Identik dari Satu Embrio Tunggal

  • 19 Jun 2025 17:42 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Harapan bisa hadir dalam wujud yang tak terduga. Bagi Nur Endah Wahyuningsih (46), harapan itu datang dalam bentuk dua tangisan mungil dari bayi kembar identik yang ia lahirkan di usia yang tak lagi muda. Lebih menakjubkan lagi, kedua bayi itu berasal dari satu embrio, yakni sebuah keajaiban medis yang sangat langka.

Perjalanan panjang penuh harap telah dilalui Nur dan sang suami, Jordy Bertrand (44), seorang warga negara Belanda. Selama lebih dari satu dekade, pasangan ini menanti, berusaha melalui berbagai program bayi tabung (IVF), dan tidak pernah menyerah meski empat kali gagal.

Keyakinan mereka membuahkan hasil di program IVF kelima bersama dr. Benediktus Arifin atau dr. Benny dari Morula IVF Surabaya. “Setiap kali gagal, kami menangis, tapi kami percaya kalau tetap berusaha, Tuhan pasti menunjukkan jalan,” ujar Nur dengan suara lirih, Kamis (19/6/2025).

Pada usia 45 tahun, harapan hamil dengan satu embrio sangat kecil. “Kemungkinannya hanya sekitar 1 persen. Dan peluang satu embrio berkembang jadi kembar identik? Itu hanya 1 dari 10.000 kasus,” jelas dr. Benny. Namun keajaiban itu terjadi, menantang semua batas medis.

Dengan teknologi Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A), tim Morula IVF memilih satu embrio yang terbukti sehat secara genetik. Embrio itu ditanamkan ke rahim Nur. Tak hanya membuahkan kehamilan, tapi juga dua bayi identik yang lahir sehat dan sempurna.

“Di ruang operasi, saya tak bisa menahan haru,” kenang dr. Benny, yang selama bertahun-tahun membantu pasangan-pasangan pejuang garis dua.

Kehamilan di usia 46 tahun termasuk kategori risiko tinggi, dengan kemungkinan kelainan genetik yang meningkat. Tapi teknologi PGT-A menjawab tantangan itu, memastikan hanya embrio sehat yang dipilih dan ditanam.

Kini, kisah Nur dan Jordy menjadi bukti bahwa keajaiban medis dan keteguhan hati bisa berjalan berdampingan. “Kami merasa menjadi saksi mukjizat. Waktu Tuhan tidak pernah salah,” ujar Jordy penuh rasa syukur.

Kelahiran ini bukan hanya berkah bagi keluarga kecil tersebut, tetapi juga memberi harapan bagi banyak pasangan lain yang merasa waktunya telah habis. Bahwa di balik setiap kegagalan, masih ada peluang bagi keajaiban untuk bekerja.

Melalui kisah ini, Morula IVF Surabaya menegaskan komitmennya: terus menjadi cahaya bagi mereka yang berjuang mendapatkan buah hati. Karena dalam dunia medis, angka hanyalah statistik, tapi harapan adalah segalanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....