Tizz Cookies Tumbuh dari Kecintaan Nastar

  • 21 Sep 2026 11:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tizz Cookies, usaha kuliner asal Surabaya, tumbuh dari kecintaan pemiliknya terhadap kue nastar hingga berkembang menjadi usaha yang memproduksi beragam kue kering, kue basah, roti, dan donat. Pemilik Tizz Cookies, Tika, mengatakan usaha tersebut mulai dirintis pada 2024 melalui proses mencoba berbagai resep secara mandiri sebelum akhirnya menemukan formula produk yang sesuai.

Tika mengungkapkan, ide awal usaha bermula dari kegemarannya membuat dan menikmati nastar. Dari kegemaran tersebut, ia kemudian melakukan riset dan pengembangan resep secara bertahap hingga menghasilkan produk yang kemudian ditawarkan kepada teman-temannya.

“Awalnya saya pecinta nastar, jadi produk awalnya itu nastar. Saya coba bikin sendiri, riset dan development, coba-coba sampai akhirnya menemukan formula yang mantap,” ujar Tika dalam Dialog UMKM, Minggu 20 September 2026.

Pada awalnya, aktivitas produksi Tizz Cookies masih dilakukan Tika di sela pekerjaan utamanya. Namun, sekitar setahun terakhir, ia mulai lebih serius mengembangkan usaha tersebut setelah memutuskan meninggalkan pekerjaan korporasi dan fokus membangun bisnis kuliner.

Tidak hanya nastar, Tizz Cookies kini menghadirkan berbagai pilihan produk, mulai dari kue kering seperti kastengel dan kue salju, hingga kue basah, roti, serta donat dengan berbagai varian. Produk tersebut ditujukan untuk berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak, generasi muda, hingga orang tua.

Tika mengatakan, Tizz Cookies juga berusaha mengikuti perkembangan selera konsumen tanpa meninggalkan makanan tradisional. Beberapa produk yang ditawarkan antara lain donat kentang, donat labu, donat ubi, cinnamon roll, lapis kukus, tahu isi, risol, pukis, kue lumpur, serta berbagai pilihan kue tampah dan snack box.

Dalam proses produksi, Tika tetap memegang kendali terhadap adonan dasar untuk menjaga kualitas produk. Menurutnya, komposisi bahan, gramasi, dan rasa harus dikontrol secara langsung, meskipun dalam proses produksi saat ini sudah dibantu beberapa tenaga kerja.

“Semua adonan pokok atau adonan dasar harus saya yang pegang, karena komposisi, gramasi, rasa, dan kualitas harus tetap kita jaga,” jelasnya.

Untuk mengembangkan usahanya, Tika juga menekankan pentingnya keberanian, niat, dan kesenangan dalam menjalankan bisnis. Ia mengakui, perjalanan membangun UMKM tidak selalu mudah karena harus menyesuaikan waktu produksi dengan pesanan, termasuk ketika konsumen membutuhkan produk pada pagi hari.

Tika juga mengingatkan calon pelaku UMKM agar tidak menunggu usaha dalam kondisi sempurna untuk mulai melangkah. Menurutnya, proses menjalankan usaha justru menjadi kesempatan untuk menemukan kekurangan, melakukan perbaikan, dan mengembangkan produk secara bertahap.

“Mulai saja dulu, tidak perlu menunggu sempurna. Sepanjang proses perjalanan menuju brand ini, apa yang kurang kita tutup dan apa yang harus diperbaiki kita perbaiki. Kalau menunggu sempurna, tidak akan pernah jadi,” tegas Tika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....