Sesha Haidar Kembangkan Kreativitas lewat Workshop Bunga Kawat Bulu

  • 22 Agt 2026 20:07 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sesha Haidar mengembangkan kreativitas anak muda melalui workshop bunga berbahan kawat bulu di Surabaya. Usaha kreatif tersebut dikembangkan melalui Semalanya atau Pipe Florist sejak 2025. Sesha membagikan cerita usahanya di program Muda Kreatif Pro2 RRI Surabaya.

Sesha merupakan mahasiswa ilmu komunikasi asal Bekasi yang sedang menyelesaikan tugas akhir di Surabaya. Ia mulai merancang usaha bunga tersebut sejak Juli 2025, sebelum menggelar workshop pertamanya.

Awalnya, Sesha berkeinginan menjual bunga kawat bulu yang sudah jadi kepada masyarakat. Namun, proses pembuatan katalog produk membuatnya memilih konsep workshop untuk memperkenalkan kreativitas tersebut.

“Terus mereka juga bisa bawa pulang hasil mereka sendiri,” kata Sesha. Konsep tersebut kemudian diterapkan dalam workshop pertamanya di sebuah kafe di Surabaya.

Workshop perdana itu berhasil menarik 16 peserta, melebihi target awal yang ditetapkan sebanyak delapan orang. Sesha mengaku sempat merasa khawatir karena harus mengajar peserta dengan kemampuan berbeda.

Ia kemudian membuat materi workshop dengan konsep ramah pemula agar mudah diikuti semua peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi hiburan sekaligus sarana mempelajari keterampilan baru.

“Aku lebih ke deg-degan, excited,” ujar Sesha saat mengenang workshop pertamanya. Kekhawatiran tersebut terbayar setelah peserta memberikan tanggapan positif terhadap cara penyampaian materi.

Banyak peserta mengapresiasi penjelasan Sesha yang dinilai mudah dipahami selama workshop berlangsung. Respons tersebut membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan kegiatan workshop bunga kawat bulu.

Sesha menyebut telah menggelar sekitar empat workshop di Surabaya dengan lokasi berbeda. Dua workshop pertama berlangsung di kafe yang sama, sedangkan kegiatan berikutnya berpindah tempat.

Pemilihan lokasi menjadi salah satu pertimbangan Sesha ketika menyelenggarakan workshop bunga kawat bulu. Ia mencari tempat nyaman, tidak terlalu bising, dan mendukung peserta selama kegiatan berlangsung.

Workshop pertamanya bahkan berlangsung dengan pemandangan matahari terbenam di kawasan Citraland Surabaya. Menurut Sesha, suasana tersebut membuat kegiatan semakin menarik karena sesuai konsep bunga.

Sesha melihat minat masyarakat Surabaya terhadap bunga kawat bulu cukup besar berdasarkan pengalaman selama membuka workshop. Ia juga mengamati keberadaan penjual bunga kawat bulu di kawasan Jalan Tunjungan.

Workshop yang dibuka secara mandiri oleh Sesha menggunakan konsep berbayar sesuai kegiatan yang ditawarkan. Sementara kegiatan eksternal dapat menggunakan skema berbeda berdasarkan kesepakatan dengan penyelenggara.

Sesha juga memiliki grup WhatsApp yang diharapkan berkembang menjadi komunitas peserta workshop. Ia menegaskan kegiatan tersebut terbuka bagi berbagai usia dan gender yang ingin mencoba.

“Welcome. Kita welcome segala umur, segala gender,” kata Sesha. Ia berharap komunitas tersebut dapat semakin aktif dan menjadi ruang berbagi kreativitas bagi peserta.

Ketertarikan Sesha terhadap kerajinan tumbuh sejak kecil melalui kebiasaan membuat berbagai karya secara mandiri. Dukungan keluarga turut membantu mengembangkan kreativitas tersebut hingga akhirnya menjadi kegiatan usaha.

Sesha mengaku banyak mendapatkan inspirasi dari konten kerajinan yang ditontonnya melalui internet. Ibunya juga disebut memiliki keterampilan menjahit yang turut memengaruhi ketertarikannya terhadap kegiatan kreatif.

Material kawat bulu dinilai memiliki kelebihan karena fleksibel dan mudah dibentuk menjadi berbagai jenis bunga. Karakter tersebut memungkinkan peserta berkreasi sesuai bentuk dan gaya yang mereka inginkan.

Sesha berharap workshop bunga kawat bulu dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia juga membuka peluang kolaborasi untuk menghadirkan kegiatan kreatif dengan konsep berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....