Dimsum Nyo Berawal dari Iseng, Kini Jadi Peluang Usaha Menjanjikan
- 22 Jul 2026 14:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Usaha kuliner Dimsum Nyo membuktikan bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi peluang bisnis. Pemiliknya, Ayu Dina Pratiwi, mengawali usaha dari keinginan menyiapkan makanan untuk anak.
Dalam program Muda Kreatif RRI Pro 2 Surabaya, Ayu menceritakan perjalanan usahanya. Kini, Dimsum Nyo telah berjalan lebih dari satu tahun dengan pelanggan yang terus bertambah.
Nama Dimsum Nyo lahir dari kebiasaan anaknya mengucapkan kata "nyo" saat kelelahan menaiki tangga. Ungkapan sederhana itu kemudian menjadi identitas merek yang mudah diingat pelanggan.
Ayu mengatakan usaha tersebut tidak direncanakan sejak awal sebagai bisnis besar. Ia hanya mencoba membuka pemesanan setelah hasil masakannya mendapat respons positif dari keluarga dan teman.
"Tanggal 6 Juni iseng posting open PO, ternyata banyak yang suka dan akhirnya terus berjalan," kata Ayu.
Saat ini, Dimsum Nyo menawarkan beberapa varian menu, diantaranya dimsum original, mentai, gyoza, hingga dimsum goreng keju yang menjadi salah satu menu favorit pelanggan. Pemasaran dilakukan melalui media sosial dan layanan pemesanan daring.
Ayu juga mengantar pesanan sendiri untuk wilayah Medokan Asri, Rungkut, dan sekitarnya demi menjaga pelayanan kepada pelanggan.
Selain menjual menu reguler, Ayu menghadirkan inovasi paket ulang tahun berbentuk dimsum mentai. Kreasi tersebut menjadi alternatif bagi pelanggan yang menginginkan sajian berbeda saat merayakan momen spesial.
Menurut Ayu, tantangan terbesar selama menjalankan usaha berasal dari kenaikan harga bahan baku. Meski demikian, penyesuaian harga dilakukan secara hati-hati agar tetap terjangkau bagi pelanggan.
Ia juga terus mempertahankan kualitas produk melalui resep yang dikembangkan sendiri. "Aku ambil resep, tapi aku modifikasi lagi. Aku sesuaikan sama lidahku sampai akhirnya cocok," ujar Ayu.
Perjalanan usaha itu tidak selalu berjalan mulus. Ayu pernah mengalami kerugian ketika empat kilogram adonan dimsum rusak dan harus dibuang demi menjaga kualitas produk.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting baginya. Kini, pemilihan bahan baku dan proses penyimpanan dilakukan lebih teliti agar kesalahan serupa tidak terulang.
"Mending rugi daripada kehilangan customer karena hasilnya kurang maksimal," ucap Ayu.
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membuat Ayu terus berkembang. Orang tua, mertua, dan suaminya memberi semangat bahkan mendorongnya membuka outlet sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....