Bentuk Kemandirian Santri, Ponpes Al Fatah Lumajang Pembelajaran Ternak Ayam

  • 01 Jul 2026 18:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Lumajang — Di sela kegiatan belajar agama, sejumlah santri di Pesantren Al Fatah, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, juga disibukkan dengan aktivitas memberi pakan dan merawat ayam kampung unggul balitbangtan (KUB). Kegiatan itu menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan yang dikembangkan pesantren untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi sekaligus membekali santri dengan keterampilan mengelola usaha.

Pesantren yang berlokasi di Jalan Lamongan Nomor 35, Desa Karangsari, tersebut mengembangkan beberapa unit usaha produktif yang melibatkan pengurus dan santri. Selain koperasi konsumsi dan budidaya selada hidroponik, peternakan ayam KUB menjadi salah satu kegiatan usaha yang terus berkembang dengan populasi lebih dari 300 ekor.

Bagi pesantren, unit usaha tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan, tetapi juga menjadi media belajar bagi santri. Melalui keterlibatan langsung dalam proses pemeliharaan dan pengelolaan usaha, mereka diperkenalkan pada berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari manajemen hingga tanggung jawab dalam menjalankan usaha.

Pada 2026, Pesantren Al Fatah bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Keikutsertaan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan unit usaha melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas, sehingga usaha yang telah berjalan dapat berkembang lebih baik.

Pengurus Pesantren Al Fatah, Gus Fuad Latif, mengatakan pengembangan usaha menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam membangun kemandirian lembaga sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada para santri. "Kami berharap melalui Program OPOP Jawa Timur, usaha yang kami kembangkan dapat semakin baik, baik dari sisi manajemen maupun pengelolaannya. Yang tidak kalah penting, para santri memperoleh bekal keterampilan berwirausaha sebagai bagian dari proses pendidikan di pesantren," ujarnya.

Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menilai langkah Pesantren Al Fatah menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi untuk mengembangkan usaha yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, pengelolaan peternakan ayam KUB menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi lokal yang dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan penguatan kelembagaan.

"Usaha yang tumbuh di lingkungan pesantren tidak hanya mendukung kemandirian lembaga, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi santri. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat pengelolaan usaha sehingga manfaatnya semakin luas," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 1 Juli 2026.

Pengembangan koperasi konsumsi, peternakan ayam KUB, dan budidaya selada hidroponik menunjukkan bagaimana pesantren kini tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui aktivitas tersebut, para santri memperoleh pengalaman yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali berperan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....