Lampu Hias Ponpes Annur Azzahra Lumajang Jadi Media Belajar Kemandirian Santri

  • 30 Jun 2026 09:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Lumajang - Di sebuah sudut Desa Tempeh Tengah, Kabupaten Lumajang, aktivitas para santri di Pondok Pesantren Annur Azzahra tidak hanya diwarnai dengan kegiatan mengaji dan belajar ilmu agama. Sejumlah santri juga tampak terlibat dalam proses pembuatan lampu hias yang kini menjadi salah satu produk unggulan pesantren. Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar menghasilkan kerajinan, tetapi juga menjadi ruang belajar membangun kemandirian ekonomi.

Pondok Pesantren Annur Azzahra yang berlokasi di Jalan KH Ali Ihsan Nomor 4, Kecamatan Tempeh, terus mengembangkan berbagai unit usaha sebagai bagian dari upaya pemberdayaan santri dan masyarakat sekitar. Selain memproduksi tempe dan mengelola toko kebutuhan harian melalui Zahra Mart, pesantren ini mengembangkan kerajinan lampu hias yang memadukan fungsi penerangan dengan nilai estetika.

Produk lampu hias tersebut dibuat melalui proses yang melibatkan para santri dan warga sekitar. Selain menjadi sumber pendapatan bagi pesantren, kegiatan produksi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan agar para santri memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pondok Pesantren Annur Azzahra didirikan pada awal 2020 oleh KH Imron Fauzi setelah menyelesaikan masa pengabdian di Pondok Pesantren Annur Tempeh. Dalam perkembangannya, pesantren tidak hanya menyelenggarakan pendidikan formal dan keagamaan, tetapi juga mulai membangun unit-unit usaha produktif yang mendukung kemandirian lembaga.

Langkah tersebut semakin diperkuat setelah pada 2026 Pondok Pesantren Annur Azzahra bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Melalui program itu, pesantren memperoleh kesempatan memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperbaiki kualitas produk yang dihasilkan.

Pengasuh Pondok Pesantren Annur Azzahra, KH Imron Fauzi, mengatakan pengembangan usaha di lingkungan pesantren tidak dimaksudkan untuk menggeser fungsi utama pesantren sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Menurutnya, aktivitas ekonomi justru menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi santri.

"Kami berharap OPOP dapat menjadi jembatan bagi pesantren untuk semakin mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Pendampingan usaha, akses permodalan, peningkatan kualitas produk, serta penguatan pemasaran sangat kami harapkan agar pesantren dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menilai kreativitas yang tumbuh di lingkungan pesantren menunjukkan bahwa lembaga pendidikan keagamaan juga mampu melahirkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, pengembangan usaha perlu terus diiringi inovasi dan peningkatan kualitas agar mampu menjawab kebutuhan pasar.

"Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun ekonomi umat. Produk lampu hias yang dikembangkan Pondok Pesantren Annur Azzahra menunjukkan bahwa kreativitas santri dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi. OPOP Jawa Timur akan terus mendukung pengembangan usaha pesantren agar dapat berkembang secara berkelanjutan," katanya.

Keberadaan unit-unit usaha di Pondok Pesantren Annur Azzahra memperlihatkan bagaimana pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan produktif yang melibatkan santri dan warga sekitar, pesantren berupaya menumbuhkan semangat kemandirian sekaligus memperkuat peran sosialnya di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....