OPOP Jatim Dorong Koperasi Pesantren Lebih Mandiri dan Adaptif
- 18 Mei 2026 20:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Probolinggo - Program OPOP Jatim bersama UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur menggelar pelatihan peningkatan kompetensi bagi pengurus koperasi pesantren di Probolinggo, Senin-Selasa, 18-19 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti 40 peserta dari 20 koperasi pesantren di Kabupaten dan Kota Probolinggo.
Pelatihan tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi pesantren agar lebih profesional dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi. Selain itu, para peserta juga dibekali penguatan tata kelola kelembagaan dan pengembangan usaha koperasi.
Pada hari pertama kegiatan, hadir Kepala UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Anjik Sudiyantoro, perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo Ari Sulistyowati, serta Sekretaris Jenderal OPOP Jatim Gus Ghofirin. Kehadiran sejumlah pihak itu menunjukkan sinergi pemerintah dan lembaga pemberdayaan pesantren dalam mendukung ekonomi berbasis koperasi.
Anjik Sudiyantoro yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur membuka kegiatan secara resmi. Ia menilai peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci agar koperasi pesantren mampu berkembang dan memiliki daya saing.
“Melalui pelatihan ini kami berharap pengurus koperasi pesantren semakin memahami tata kelola koperasi yang baik, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan maupun usaha koperasi,” kata Anjik.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Gus Ghofirin menyampaikan salam Gubernur Jawa Timur kepada seluruh peserta pelatihan. Ia mengajak pengurus koperasi pesantren terus memperkuat ekonomi umat melalui pengembangan usaha yang lebih mandiri dan inovatif.
“Ibu Gubernur Jawa Timur menitipkan salam hangat untuk panjenengan semuanya. Beliau berharap koperasi pesantren terus tumbuh, berkembang, dan mampu menjadi penggerak ekonomi umat di lingkungan pesantren maupun masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan.
Menurutnya, koperasi pesantren memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar. Karena itu, koperasi tidak hanya dituntut tertib administrasi, tetapi juga mampu memperluas pasar dan menghadirkan produk yang kompetitif di era digital.
Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo, Ari Sulistyowati menyebut pemerintah daerah siap mendampingi koperasi pesantren dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha. Pendampingan tersebut diharapkan membuat koperasi pesantren di Probolinggo semakin produktif dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Kami siap mendampingi koperasi pesantren di Probolinggo, baik dalam penguatan kelembagaan, peningkatan manajemen usaha, maupun pengembangan produk agar koperasi pesantren semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....