Telur Ayam Kampung Omega Jadi Andalan Produk Kemandirian Santri

  • 05 Mei 2026 16:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin yang berlokasi di Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, terus menunjukkan kiprahnya sebagai lembaga pendidikan yang aktif mengembangkan kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Keberadaan unit usaha di lingkungan pesantren menjadi daya tarik tersendiri karena mampu mengintegrasikan pendidikan dengan praktik kewirausahaan secara langsung. Produk unggulan berupa telur ayam kampung omega pun semakin dikenal luas masyarakat berkat kualitasnya yang terjaga, higienis, dan bergizi tinggi.

Pesantren Irsyadut Tholibin didirikan pada tahun 1990 dengan semangat membentuk generasi santri yang cerdas secara intelektual serta kuat dalam akhlak dan spiritualitas. Sejak awal, pesantren ini konsisten mengajarkan kitab kuning sebagai rujukan utama dalam memahami ajaran Islam, termasuk ilmu tauhid dan fiqih secara sistematis. Tradisi keilmuan tersebut tetap dijaga sebagai ciri khas pesantren yang terus diwariskan antar generasi hingga saat ini.

Pada tahun 2026, Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin resmi bergabung dalam program OPOP (One Pesantren One Product) Jawa Timur sebagai langkah strategis memperkuat pengembangan ekonomi pesantren. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usaha dari sisi manajemen, produksi, hingga pemasaran yang lebih modern. Melalui pendampingan OPOP Jatim, pesantren diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi sekaligus memperluas jangkauan pasar produknya.

Dalam perjalanan pengembangan usahanya, pesantren ini telah merintis beberapa sektor bisnis yang melibatkan santri secara langsung. Usaha budidaya jamur tiram pernah dimulai pada tahun 2018, namun peternakan ayam petelur Jawa yang telah dirintis sejak tahun 2011 justru berkembang lebih pesat. Telur ayam kampung omega yang dihasilkan kini menjadi produk unggulan dengan kualitas dan kandungan nutrisi yang mampu menarik minat konsumen sadar kesehatan.

Gus Makhrus Ali selaku pengurus pesantren menyampaikan harapannya terhadap kehadiran program OPOP Jawa Timur. “Harapan saya dengan adanya OPOP bisa membantu pesantren menjadi mandiri dan menanamkan jiwa kewirausahaan kepada santri, sehingga pesantren bisa menjadi unggulan,” katanya. Ia menambahkan bahwa program ini memberikan dorongan baru bagi pesantren untuk terus berkembang dan berinovasi dalam mengelola usaha.

Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, memberikan apresiasi atas komitmen Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin dalam mengembangkan unit usaha berbasis pesantren. “OPOP Jatim hadir untuk mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya. Ia menilai keberhasilan pesantren mengelola usaha peternakan menjadi bukti nyata bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi baru di daerah. Dengan kualitas produk yang terjaga, pesantren ini diharapkan terus tumbuh menjadi contoh inspiratif dalam mengintegrasikan pendidikan dan kemandirian ekonomi berbasis pesantren di Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....