Komunitas TDA Dorong UMKM Naik Kelas dalam Ngobras

  • 21 Apr 2026 22:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Program dialog interaktif “Ngobras” di Pro1 RRI Surabaya kembali menghadirkan warna baru bagi para pendengar setianya, Selasa 21 April 2026. Acara ini konsisten mengundang narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang guna memberikan semangat sekaligus wawasan baru, khususnya di bidang ekonomi kreatif dan kewirausahaan.

Pada kesempatan tersebut, “Ngobras” menghadirkan Mbak Nirwana, perwakilan dari Komunitas Tangan Diatas (TDA) Surabaya. Komunitas ini dikenal sebagai wadah bagi para pengusaha muda dari beragam sektor usaha yang aktif berbagi pengalaman dan strategi bisnis.

Dalam pemaparannya, Nirwana menjelaskan bahwa tujuan utama dibentuknya komunitas ini adalah untuk membantu masyarakat meningkatkan taraf perekonomian melalui kewirausahaan. “Komunitas ini hadir di tengah masyarakat dengan sebuah bentuk kepedulian yakni untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian mereka melalui berbagai program kewirausahaan yang diberikan,” ungkap Nirwana.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya peran sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Menurutnya, penguatan UMKM akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. “Dengan memberdayakan UMKM, maka geliat roda perekonomian pun semakin naik dan bergerak lebih cepat,” tambahnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, TDA Surabaya secara rutin menggelar berbagai program pelatihan serta pendampingan intensif bagi para anggotanya. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Monitoring, yang dirancang untuk memberikan bimbingan lebih personal kepada pelaku usaha.

Dalam program tersebut, setiap lima pelaku UMKM akan didampingi oleh satu orang coach atau mentor. Sistem ini dinilai efektif karena memungkinkan proses pembinaan berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan masing-masing peserta.

Selain itu, TDA Surabaya juga mengelompokkan anggotanya berdasarkan level usaha. “Level Foundation untuk yang masih memiliki omset 0 hingga 2,5 miliar, kemudian level Growth untuk kisaran 2,5 miliar sampai 5 miliar, dan level Corporate bagi yang memiliki omset 5 miliar ke atas,” jelas Nirwana.

Pembagian level ini bertujuan agar materi pelatihan dan solusi yang diberikan lebih relevan dengan tantangan yang dihadapi setiap pelaku usaha. Tidak hanya bagi pengusaha yang sudah berjalan, komunitas ini juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin memulai bisnis. “Kami ingin siapa pun yang punya niat berwirausaha bisa mendapatkan akses belajar yang tepat,” pungkas Nirwana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....