Owner GK Telur Asin Oven Nganjuk, Sasar Pasar Luar Kota

  • 05 Apr 2026 14:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Inovasi dan kegigihan menjadi kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tetap eksis di pasar digital. Hal ini ditegaskan oleh Desy Dwi Kurniasih, pemilik brand GK Oven (Gian & Kaka), dalam program Dialog UMKM Pro 4 RRI Surabaya, Minggu, 5 April 2026.

Berbasis di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Desy fokus mengolah produk turunan telur yang unik dan memiliki daya simpan lama. Produk unggulannya meliputi:

Telur Asin : Yang dimasak menggunakan teknik yang berbeda yaitu di oven.

Krecek : Diolah menggunakan telur asin dan tepung tapioka. Dijual dalam bentuk masih mentah.

Kerupuk Telur Asin: Diolah dengan bahan yang sama, dijual dalam kemasan sudah digoreng.

Dalam dialog tersebut, Desy mengungkapkan bahwa model bisnisnya sepenuhnya mengandalkan sistem order by online. Strategi ini dipilih untuk menjaga kualitas produk tetap segar saat sampai ke tangan konsumen, terutama untuk produk kerupuk dan krecek.

"Untuk telur asin kami selalu siapkan stoknya karena peminatnya harian. Dan yang menjadi daya tarik, Telur Asin kami, kita masak dengan cara dioven, sehingga lebioh tahan lama dan rasanya juga lebih nikmat. Namun untuk varian kerupuk dan krecek, kami lebih banyak melayani sistem pesanan agar kualitas renyahnya terjaga," ujar Desy.

Meski beroperasi dari wilayah kecamatan di Kab. Nganjuk, Desy mengaku tidak ingin membatasi diri. Ia memiliki visi besar untuk membawa produk lokal Lengkong dikenal di kancah nasional.

“Saya juga pernah mengirim produk Telur Asin Oven, sampai ke Hongkong,” kata Desy.

Kesediaannya hadir di RRI Surabaya merupakan salah satu langkah nyata untuk memperluas jejaring. Ia secara aktif melakukan promosi hingga ke luar kota guna menjaring pelanggan baru dan distributor potensial.

"Saya tidak menutup diri untuk terus berkembang. Meskipun lokasi usaha di desa, tapi produk harus bisa sampai ke kota-kota lain. Promosi ke luar daerah itu wajib kalau kita mau naik kelas," ucapnya dengan penuh semangat.

Kisah Desy melalui GK Oven menjadi inspirasi bahwa keterbatasan lokasi geografis bukan lagi penghalang di era digital. Dengan kualitas produk yang konsisten dan keberanian untuk "jemput bola" dalam pemasaran, produk rumahan pun mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....