Modal Mesin Jahit, Maya Kini Serap Belasan Tenaga Kerja

  • 29 Mar 2026 14:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Berawal dari satu mesin jahit dan satu karyawan, usaha konveksi yang dirintis Maya Eka Wulansari kini mampu menyerap belasan tenaga kerja dan menjangkau pasar hingga luar negeri.

Maya menuturkan, usaha tersebut mulai dirintis bersama suaminya, Mardi Prayitno, sejak awal pernikahan. Setelah sempat menjadi reseller pada 2002, keduanya memutuskan membuka usaha konveksi sendiri setahun kemudian.

Ia menegaskan, keputusan berwirausaha tidak lepas dari dorongan keluarga, terutama sang ibu yang ingin dirinya mandiri.

“Ibu selalu menasihati agar saya membuka usaha sendiri supaya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujarnya, Minggu 29 Maret 2026.

Berbekal pengalaman menjahit sejak kecil, Maya mengaku tidak ragu memulai dari keterbatasan. Bahkan, ia terbiasa membuat pakaian sendiri sejak masih sekolah, hingga kini masih menjahit baju untuk keluarga.

“Dari dulu saya sudah terbiasa bikin baju sendiri, jadi pelan-pelan saya yakin bisa berkembang,” katanya.

Dalam perjalanannya, Maya menekankan bahwa tantangan terbesar justru datang dari keterbatasan sumber daya manusia. Ia harus melatih karyawan dari nol, meski tidak jarang mereka memilih keluar setelah memiliki keterampilan.

“Saya tidak masalah mengambil keuntungan sedikit, yang penting karyawan tetap bekerja dan produksi terus berjalan,” ungkapnya.

Seiring waktu, usaha yang awalnya hanya menerima pesanan seragam taman kanak-kanak berkembang melayani berbagai kebutuhan, mulai dari seragam sekolah, instansi, hingga kampus. Kepercayaan pelanggan pun terus meningkat.

Ia menyebut, konsistensi menjaga kualitas dan komitmen terhadap pekerja menjadi kunci bertahannya usaha hingga saat ini. Bahkan, sejak 2024 usahanya mulai dipercaya menangani pesanan dalam skala lebih besar.

Kini, usaha tersebut telah mempekerjakan sekitar 15 karyawan tetap dan melibatkan penjahit rumahan di lingkungan sekitar. Capaian ini, menurut Maya, menjadi bukti bahwa usaha kecil juga bisa memberikan dampak nyata.

Maya berharap usahanya terus berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Ia juga menegaskan pentingnya keberanian memulai meski dari kondisi terbatas.

“Yang penting berani mulai dulu, nanti proses yang akan membentuk kita,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....