Eptilu Garut, Agrowisata Binaan BI Perkuat Klaster Tani
- 14 Feb 2026 06:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Garut – Agrowisata Eptilu (Fresh from Farm) di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, terus berkembang sebagai percontohan model closed loop hortikultura binaan Bank Indonesia. Sejak 2020, kawasan kebun edukasi ini menjadi bagian dari penguatan klaster usaha tani untuk menjaga produktivitas dan stabilitas pasokan pangan.
Berlokasi di Jalan Raya Cikajang KM 24, Kampung Mekarsari, Eptilu mengusung konsep “Fresh from Farm” atau petik langsung dari kebun. Hamparan kebun jeruk dengan latar Gunung Cikuray menjadi daya tarik utama wisatawan.
Pengunjung tidak hanya menikmati suasana sejuk pegunungan, tetapi juga dapat memetik jeruk Garut langsung dari pohonnya. Selain itu, tersedia hidangan khas seperti nasi liwet kentang yang disajikan di area kebun.
Pendiri Eptilu, Rizal Fahreza, saat Capacity Building Media Jatim, Jumat, 13 Februari 2026, mengatakan pengembangan kebun edukasi ini berawal dari semangat membangun pertanian modern berbasis kolaborasi. Alumni IPB tersebut dikenal sebagai petani milenial yang aktif mendorong regenerasi sektor pertanian.
Menurutnya, dukungan Bank Indonesia melalui program klaster hortikultura memberi dampak signifikan.
"Petani mendapatkan sekolah lapang, pendampingan budidaya, akses pembiayaan, hingga penguatan kemitraan dengan off-taker." ujarnya.
Model closed loop yang diterapkan mengintegrasikan produksi, distribusi, hingga pemasaran dalam satu ekosistem. Skema ini dinilai mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperkuat daya saing petani lokal.
Petani hortikultura di Kabupaten Garut, Jawa Barat mulai menerapkan sistem pertanian berbasis teknologi melalui program pendampingan yang difasilitasi Bank Indonesia. Pendampingan tersebut mencakup uji tanah presisi, implementasi smart green house, hingga penguatan akses pasar.
Selain sebagai sentra produksi jeruk, Eptilu juga berkembang menjadi destinasi agrowisata dan edukasi pertanian. "Rata-rata kunjungan mencapai 75 ribu orang per tahun." katanya.
Pengelola menyediakan fasilitas restoran bernuansa alam serta ruang pertemuan untuk kegiatan komunitas maupun instansi. Operasional agrowisata dibuka setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.
Keberadaan Eptilu diharapkan menjadi contoh pengembangan pertanian terintegrasi di Kabupaten Garut. Sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia dinilai penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.
Pada kesempatan itu, Yono Haryono
Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah Kekda BI Jatim berharap, kegiatan Capacity Building Media Jatim bisa meningkatkan sinergi BI dengan awak media di Jatim.