Kemendukbangga/BKKBN Perkuat UMKM untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga
- 06 Feb 2026 11:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kemendukbangga/BKKBN perkuat kapasitas UMKM binaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Agar mereka mampu berkembang secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi dan digitalisasi.
Penguatan kapasitas tersebut melalui Konsolidasi Nasional Andalan Kelompok UPPKA (AKU) tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Meraih Peluang Emas Pengembangan Bisnis UPPKA Unggul dan Berkarakter di Lini Lapangan”.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) AKU, Ir. Ambar Rahayu, menegaskan konsolidasi ini sebagai upaya menyatukan langkah dan strategi dalam penguatan UPPKA di seluruh Indonesia. “Sekaligus memperkenalkan peluang-peluang yang bisa dikembangkan ke depan, serta memperkuat isi dari AKU itu sendiri,” ujar Ambar.
Ia menambahkan, selain pembahasan kebijakan dan strategi, kegiatan ini juga memberikan materi penguatan karakter UMKM agar mampu bertahan dan tumbuh secara berkesinambungan. “Karena itu, penguatan mentalitas, etos kerja, dan inovasi menjadi bagian penting dalam konsolidasi ini,” tegasnya.
Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN yang diwakili Wahidah Paheng, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi salah satu fokus utama kementerian. Termasuk melalui penguatan kelompok UPPKA dan PKK di seluruh Indonesia.
“Kebijakan tentu kami siapkan dalam bentuk regulasi, namun yang lebih penting adalah bagaimana kami tetap bersama AKU dalam pembinaan kepada kelompok PKK dan UPPKA di seluruh Indonesia. Saat ini ada sekitar 43 ribu kelompok PKK yang terus berkembang seiring lahirnya keluarga-keluarga muda,” jelas Wahidah.
Menurutnya, pendekatan pemberdayaan tidak lagi hanya bersifat offline, tetapi juga diarahkan pada digitalisasi usaha melalui pelatihan-pelatihan yang relevan serta kolaborasi dengan berbagai mitra. Dikatakannya, literasi dan edukasi pengelolaan keuangan keluarga menjadi sangat penting di era digital saat ini.
“Kami juga membangun kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dunia usaha, hingga mitra CSR untuk mendukung pelatihan, literasi keuangan, dan pengembangan usaha ekonomi keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, menyampaikan bahwa Jatim memiliki potensi kelompok UPPKA yang cukup besar. Di Jatim saat ini terdapat sekitar 36 ribu kelompok UPPKA yang sudah operasional dengan baik, serta sekitar 5 ribu kelompok PKK.
“Hari ini kita melaksanakan Konsolidasi Nasional AKU sebagai bentuk persahabatan dan kemitraan strategis dengan AKU sebagai lembaga yang mengelola kelompok-kelompok UPPKA,” ungkap Maria Ernawati.
Ia berharap, melalui konsolidasi ini serta dukungan kebijakan Kemendukbangga/BKKBN, kelompok UPPKA di Jatim dapat naik kelas. Dan semakin berjaya dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....