Dari Dapur Rumah, Bunda Sari Bangun Usaha Sari Kedelai

  • 25 Jan 2026 17:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya: Berawal dari dapur rumah sederhana di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, Sari Ayu Damayanti tak pernah menyangka minuman sari kedelai racikannya kini dikenal dan diminati berbagai kalangan. Tanpa latar belakang usaha besar, ia memberanikan diri memulai langkah kecil dengan memproduksi sari kedelai rumahan sejak tahun 2024.

Pilihan menjadikan kedelai sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Selain mudah diperoleh dan terjangkau, sari kedelai dinilai memiliki nilai kesehatan serta cocok diproduksi secara harian tanpa skala besar. Dari sinilah usaha Sari Kedelai Bunda Sari perlahan tumbuh.

Dalam sehari, Sari mampu memproduksi sekitar 30 botol sari kedelai ukuran 350 mililiter yang dijual seharga Rp5.000 per botol. Proses produksi dilakukan setiap hari dengan dibantu sang ibunda. Produk kemudian dititipkan di lapak-lapak UMKM sekitar Surabaya dan memiliki daya tahan hingga dua hari pada suhu ruang.

Sari menuturkan, keunggulan produknya terletak pada tekstur dan proses pengolahan yang dijaga secara konsisten.

“Teksturnya lebih kental karena perbandingan air dan sari kedelai kami perhatikan betul, serta tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Ia juga menerapkan standar kebersihan ketat, mulai dari perendaman kedelai selama delapan jam, pencucian, proses blender dua kali, hingga dimasak dengan tambahan daun pandan untuk menghilangkan aroma langu. Keseriusannya berbuah manis, produk Bunda Sari kini telah mengantongi izin PIRT, sertifikasi halal, serta BPOM, dengan pendampingan dari Ibu RW 05 Gubeng Kertajaya.

Tak hanya fokus produksi, Sari juga aktif memasarkan produknya dengan mengikuti bazar yang digelar kelurahan maupun lingkungan RT dan RW. Pesanan pun mulai berdatangan, tak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari luar kota seperti Sidoarjo dengan sistem drop order minimal 30 botol.

Setiap Minggu pagi, Sari Kedelai Bunda Sari rutin hadir di Car Free Day (CFD) Taman Bungkul Darmo sejak pukul 06.00 WIB hingga produk habis terjual.

“Harapannya ke depan, pesanan semakin banyak dan bisa melayani acara besar seperti pengajian, arisan, tasyakuran, dan kegiatan lainnya,” tutup Sari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....