Medco Energi Kuatkan UMKM Perempuan Madura Lewat Program Pemberdayaan
- 10 Des 2025 09:29 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Di pagi yang masih lembut, suasana Terminal Camplong tampak berbeda. Rombongan perempuan pesisir menaiki bus menuju Surabaya dengan raut antusias. Bukan untuk berwisata, tetapi menjalani pengalaman baru: pelatihan peningkatan kapasitas UMKM yang digagas Medco Energi Sampang Pty Ltd. Sebanyak 25 perempuan pembuat kue dari Paguyuban Dapur Kecamatan Camplong berangkat dengan tujuan tunggal—membawa pulang keterampilan baru demi memajukan usaha keluarga.
Paguyuban yang beranggotakan pembuat kue dari Desa Dharma Camplong, Tambaan, Sejati, hingga Kelurahan Banyuanyar ini selama ini bergantung pada produksi kue rumahan. Namun, meningkatnya persaingan menuntut mereka berinovasi.

Belajar Resep Baru untuk Membuka Peluang Baru
Di Bogasari Baking Center Tegalsari, mereka mendapat pelatihan intensif langsung dari Chef Yuli. Selama satu hari penuh, peserta belajar membuat tiga produk baru: Lapis Puding Buah, Pisang Bolen, dan Roti Gulung Abon—varian yang belum pernah mereka produksi sebelumnya.
Kelas berlangsung serius namun hangat. Para peserta mencatat setiap langkah dengan tekun, mempraktikkan teknik baru, dan mulai memikirkan bagaimana resep-resep tersebut bisa meningkatkan nilai jual produk mereka.
“Kami berharap pelatihan ini memberi manfaat nyata bagi usaha peserta. Harus ada peningkatan pendapatan setelah mereka mempraktikkan ilmu baru ini,” ujar Hartono, Manager Field Relations and Community Enhancement East Java, Rabu (10/12/2025).
Hartono menegaskan bahwa pelatihan ini bukan kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun kemandirian jangka panjang.
“Yang terpenting, kelompok perempuan bisa benar-benar terberdayakan. Bahkan kalau suatu hari Medco Energi Sampang tidak lagi beroperasi, mereka tetap mampu berjalan mandiri,” tegasnya.
Dengan penghasilan rata-rata sekitar Rp300.000 per produksi, para peserta kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan melalui inovasi dan akses pasar yang terus difasilitasi.

Two Brothers: Dari Dapur Pulau, Menjadi UMKM Tangguh
Di Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting—sebuah pulau dengan akses serba terbatas—kelompok UMKM Two Brothers memulai perjalanan mereka dari satu varian keripik pisang rasa coklat. Dulu, penghasilan mereka hanya sekitar Rp500.000 per bulan.
“Kami dulu sering ragu. Setiap melihat produk, saya bertanya, apakah ini bisa membantu ekonomi keluarga?” cerita Siti Hajar, Ketua Kelompok UMKM Two Brother Desa Gedugan.
Titik balik datang ketika mereka mengikuti Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dari SKK Migas – Medco Energi Madura Offshore. Dukungan alat produksi, pelatihan keripik pisang dan singkong, serta pelatihan kewirausahaan membuka jalan transformasi.
Pada 2023, mereka mengikuti pelatihan varian rasa baru di Tristar Surabaya; pada 2024, mereka memperdalam pemasaran digital, fotografi produk, pencatatan keuangan, hingga perhitungan HPP.
“Semua pelatihan ini membuka mata kami. Kami belajar membaca pasar, memperbaiki kemasan, dan memasarkan produk lebih cerdas,” ungkapnya.
Hasilnya jauh melampaui ekspektasi: pendapatan bulanan meningkat menjadi Rp1.500.000, tiga kali lipat dari sebelumnya. Mereka kini aktif mengikuti pameran UMKM, memperluas pasar, dan membangun jaringan baru.
“Jangan pernah takut memulai dari kecil. Satu pelatihan bisa mengubah masa depan keluarga,” katanya.

Pempek Arini: UMKM Baru dengan Inovasi Frozen Fresh
Dari Sampang, muncul pula pelaku UMKM baru yang mencuri perhatian: Pempek Arini, binaan SKK Migas dan Medco Energi Sampang sejak 2024. Dengan konsep fresh-frozen, pempeknya tahan lama tanpa kehilangan rasa, dan dijual hanya Rp15.000 per kantong.
“Saya mulai dari dapur kecil dengan modal semangat. Ternyata responnya luar biasa,” cerita Arini, pemilik usaha.
Dalam sebuah pameran UMKM, seluruh produknya ludes dalam dua jam dengan omzet Rp2 juta.
“Banyak yang suka karena rasanya otentik, tapi harganya tetap ramah di kantong,” tambahnya.
Kualitas produk, inovasi penyimpanan, dan harga terjangkau membuat Pempek Arini cepat dikenal dan berkembang pesat.

Komitmen MedcoEnergi: UMKM Tangguh untuk Ekonomi Berkelanjutan
Program pemberdayaan UMKM perempuan ini merupakan bagian dari komitmen besar MedcoEnergi dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis inklusi dan keberlanjutan.
Arif Rinaldi, VP Relations & Security MedcoEnergi, menegaskan MedcoEnergi berkomitmen kuat menjadi katalis penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi inklusif. Program dimulai dengan asesmen komprehensif agar intervensi tepat sasaran.
“Intinya adalah mendorong pemanfaatan bahan baku lokal untuk mendukung ekonomi sirkular dan keberlanjutan. Kami ingin melahirkan UMKM tangguh yang berkontribusi nyata pada kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.

Jejak Kemandirian yang Mulai Bertumbuh
Dari Camplong hingga Giligenting, dari dapur pulau hingga pameran kota, perempuan Madura kini mendapat ruang lebih luas untuk berkembang. Pelatihan, pendampingan, dan dukungan peralatan membuka pintu bagi mereka untuk naik kelas dan berdaya secara ekonomi.
Bagi para perempuan itu, perjalanan mengikuti pelatihan bukan sekadar menambah keterampilan—melainkan langkah menuju masa depan yang lebih mandiri.
Dan bagi MedcoEnergi, ini adalah bukti bahwa pemberdayaan perempuan adalah fondasi penting menuju ekonomi daerah yang kuat, tangguh, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....