Dari Gagal Spaghetti, Agus Sukseskan Batagor Wiyung

  • 05 Okt 2025 18:58 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Di tengah ketatnya persaingan kuliner Kota Pahlawan, sosok Agus Suntoro menjadi bukti nyata bahwa ketekunan bisa mengubah kegagalan menjadi kesuksesan.

Pelaku UMKM asal Wiyung ini berhasil mengembangkan usaha batagor dan siomay yang kini menjadi langganan para penikmat kuliner malam Surabaya.

Perjalanan Agus dimulai pada 2016, bukan dari batagor, melainkan dari jualan spaghetti. Sayangnya, usaha itu hanya bertahan tiga bulan. “Pasarnya kurang cocok, akhirnya saya ganti jual batagor dan siomay,” ujarnya. Keputusan sederhana itu justru membuka jalan panjang yang kini bertahan hampir sembilan tahun.

Setiap hari, Agus mulai berjualan pukul 17.00 hingga 01.00 dini hari. Waktu malam dipilih agar tetap bisa berbagi peran dengan sang istri. “Pagi sampai siang saya urus tiga anak dulu, nanti malam baru jualan bareng istri,” tuturnya.

Agus bertugas mengolah bahan dan memasak, sementara sang istri melayani pembeli dengan ramah. Dari lapak sederhana di Wiyung, aroma gurih batagor dan siomay racikan Agus menarik banyak pelanggan.

Rahasianya ada pada ikan tenggiri segar dan bumbu kacang khas Bandung yang selalu ia olah setiap hari. Meski sempat terguncang karena naik-turunnya harga bahan pokok, Agus tetap berpegang pada prinsip: “Rasa jangan berubah, biar pelanggan tetap percaya.”

Harga menu yang ia tawarkan pun terjangkau, mulai dari Rp6.000 hingga Rp15.000. Kini, ia tengah mengembangkan produk baru, tahu bakso isi ikan tenggiri lengkap dengan bumbu kacang. Tak berhenti di situ, Agus juga menyiapkan versi frozen food agar produknya bisa dibawa ke luar kota.

Selain berjualan langsung, ia sudah memanfaatkan layanan ojek online untuk memperluas jangkauan pelanggan. “Sekarang banyak pesanan dari luar Wiyung, bahkan sampai daerah Lakarsantri dan Gunungsari,” katanya dengan bangga.

Agus berharap usahanya bisa terus berkembang dan menjadi ikon kuliner lokal Surabaya. “Semoga batagor dan tahu bakso saya bisa dikenal luas, bukan cuma di Wiyung, tapi di seluruh Surabaya,” tutupnya dengan senyum optimis.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....