Mantan Dosen Ciptakan Pisang Goreng Viral Malang
- 04 Okt 2025 12:46 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Siapa sangka, sosok Ani yang dulunya seorang dosen kini menjadi pengusaha kuliner sukses lewat produk Pisang Goreng Ny. Ani yang tengah viral di Kota Malang. Camilan sederhana itu kini jadi incaran wisatawan dan disebut-sebut sebagai oleh-oleh kekinian dari Kota Apel.
Usaha Pisang Goreng Ny. Ani berdiri pada Maret 2024. Bermodal resep warisan ibunya, Ani mulai memproduksi pisang goreng dari dapur rumah di kawasan Sawojajar. Berbekal ilmu Food Science yang ia miliki, ia bereksperimen selama sebulan untuk menemukan formula terbaik.
“Resep dasarnya dari ibu, lalu saya kembangkan lagi supaya cita rasanya punya karakter khas. Kami ingin mengangkat gorengan tradisional dengan sentuhan modern,” ujar Ani saat berbincang di Program UMKM Pro 4 RRI Surabaya.
Kini, Pisang Goreng Ny. Ani dikenal karena rasa pisangnya yang renyah di luar dan lembut di dalam. Keistimewaannya ada pada tiga pilihan saus cocolan hasil racikan sendiri: karamel, gula aren, dan srikaya.
Satu kotak Pisang Goreng Ny. Ani berisi 12 potong dibanderol Rp31.500, dengan tambahan saus seharga Rp3.500. Selain itu, Ani juga menjual kroket kentang dan pie pisang yang baru dirilis Agustus lalu.
Tak hanya memanjakan lidah, usaha ini juga memberdayakan petani lokal. Semua bahan baku pisang dan kentang berasal dari wilayah sekitar Malang. “Kalau produk kami laku, petani juga ikut terbantu,” ungkapnya.
Perjalanan menuju viral tidak langsung mudah. “Awal sepi satu bulan, tapi setelah tiga bulan kami mulai aktif di media sosial dan bikin promo gratis minyak goreng serta parcel, langsung ramai,” kenang Ani.
Kini, produk rumahan itu berubah jadi bisnis populer oleh-oleh khas Malang. Banyak wisatawan membelinya untuk dibawa pulang ke kota asal. “Kalau dulu orang ke Malang cari bolu, sekarang banyak yang cari Pisang Goreng Ny. Ani,” ujar Ani bangga.
Ke depan, Ani berencana membangun central kitchen agar proses produksi lebih besar dan pegawainya lebih nyaman. “Harapannya, produk ini bisa jadi camilan legendaris Malang yang disukai dari generasi ke generasi,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....