Dari Hobi Masak, Irza Sukses Kembangkan Usaha Gorengan
- 28 Sep 2025 23:19 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Program UMKM Pro 4 RRI Surabaya menghadirkan Irza, pengusaha gorengan yang sukses mengembangkan usaha dari hobi memasak. Irza memulai usahanya dengan mencoba berbagai resep buatan sendiri. Ia mempromosikan produknya dengan memberikan tester kepada teman, saudara, dan relasi untuk menilai rasa makanannya.
“Dari hoby menjadi cuan. Kita tidak tahu rejeki darimana. Harus berbesar hati sebagai business woman, apapun yang ada di sekitar kita bisa diangkat menjadi produk yang premium,” kata Irza.
Awalnya, Irza menjual roti sobek pada 2017-2018. Namun, pandemi membuatnya banting setir ke usaha gorengan pada 2019. Ia membuka sistem open PO di hari tertentu, lalu memasarkan produknya melalui marketplace. Antusiasme konsumen semakin besar hingga produknya mendapat banyak pelanggan.
Irza menegaskan pentingnya menjaga kualitas produk. “Makanan yang tadinya biasa saja bisa dibuat kudapan pesta karena dipercantik packaging-nya. Harus punya effort, contohnya gorengan ini harus pakai bahan yang bagus dan dipercantik kemasannya,” ujarnya.
Brand “Cemal-cemil” milik Irza dikenal premium karena menggunakan bahan segar dan dibuat sesuai permintaan pelanggan. Ia membuka stand di depan rumah serta menerima pesanan online melalui WhatsApp dan marketplace. Menu yang ditawarkan menyesuaikan momen tertentu, misalnya Ramadan.
“Kalau mau sukses gak boleh pelit. Sering memberi bonus icip-icip. Jadi, konsumen bisa merasakan menu lain yang tidak dipesan. Nantinya jadi bisa pesan,” tutur Irza.
Harga produk Cemal-cemil cukup terjangkau. Pisang goreng, ote-ote, tahu petis, dan onde-onde dibanderol Rp5.000, sedangkan orem-orem Rp6.000. Menu gorengan dipilih karena lebih praktis dibandingkan roti sobek. “Keyakinan saya usaha ini akan long lasting atau jangka panjang. Orang akan mencari setiap harinya,” jelasnya.
Irza berjualan di Jalan Bhaskara Tengah. Pesanan terbanyak datang dari tahu petis, ote-ote, dan tahu isi. Untuk orem-orem, ia bahkan mengembangkan versi frozen agar bisa dijadikan oleh-oleh.
“Dari hoby jadi cuan. Jangan putus asa cari ide. Tetap menjaga kualitas. Untuk pemula UMKM dahulukan dari hobby yang bisa ditumbuhkan. Lalu dicobakan ke relasi dan titip ke mereka harus komentar jujur lalu disimpulkan. Sampai mendapat resep terbaik. Mereka adalah tujuan kita, jika ada kritik kita terima sebagai wadah kita untuk maju. Kita bisa pakai ilmu kodok, ketika ditekan orang justru lebih tinggi lompatannya. Positive thinking,” pesan Irza.
Menurutnya, makanan yang dianggap murahan bisa naik kelas menjadi jajanan middle up jika dibuat dengan bahan premium, rasa istimewa, dan kemasan menarik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....