Uncle Jo Alternatif Pizza Nikmat Dengan Harga Terjangkau

  • 21 Sep 2025 13:16 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Obrolan UMKM Pro 4 RRI Surabaya menghadirkan narasumber Sandi dan Reyfan pemilik usaha kuliner Uncle Jo Pizza. Awal terbentuknya usaha ini adalah usaha keluarga yang tujuannya bisa memberikan manfaat untuk keluarga dan sekitar. Usaha ini dibentuk pada bulan Juni 2025.

Awalnya istri Sandi join jualan kuliner dengan temannya. Saat itu istrinya menjual produk zuppa soup. Sempat kolaborasi, namun setelah itu Istri Sandi mencoba untuk mengembangkan sendiri usahanya. Maka dari itu lahirlah Uncle Jo Pizza. Nama ini merupakan nama dari yang dituakan didalam keluarga yaitu Johanes.

“Uncle Jo ini berdiri untuk menopang perekonomian keluarga agar lebih baik. Di perekonomian aat ini kita harus berani membuka usaha sendiri. Makanya kita berkolaborasi dengan saudara untuk membuka usaha.” Kata Sandi

Produk unggulan dari Uncle Jo adalah pizza dengan 5 varian berbeda. Uncle Jo menyediakan 5 varian diantaranya : Cheese Lover, Peperoni, Supreme, Meaty, dan vegan Party. Produk tersebut tersedia dengan 2 size. Kolab 18cm dengan harga Rp- 30.000 – Rp.35.000 dan Rame 22cm dengan harga Rp. 55.000 – Rp. 65.000.

Yang membedakan pizza Uncle Jo dengan produk pizza yang lain adalah “Pizza kami buat secara homemade, tekstur rotinya empuk dan toping melimpah tapi dengan harga terjangkau.” Kata Reyfan.

“Varian Pizza itu ada yg chruncy dan lembut. Saya pilih yang lembut, karena mengkiti pangsa pasar kami. Kami bisa menyesuaikan selera dari pelanggan. Karena customer nomor 1. Untuk request bisa menyesuai.” Kata sandi.

Awalnya Uncle Jo mengadakan open PO selama 1 bulan. Karena dilihat respon dari pelanggan positif, Uncle Jo memutuskan untuk buka stand. Dan akhirnya buka stand di Dupak 36 (Seni, Kuliner dan Playground).

Sandy mengaku omset penjualan Uncle Jo sudah mencapai kotor Rp. 10 -12 juta perbulan. Omset itu adalah akumulasi dari penjualan di stand dan pemesanan.

“Omset penjualan banyak dari upaya kita untuk mempromosikan di sosial media. Omset itu diluar prediksi kami, yang pasti niat kita awlanya baik, jadi hasilnya juga baik.” Kata Sandi.

Uncle Jo menjadi alternatif untuk orang yang ingin konsumsi pizza dengan harga terjangkau. Jadi Uncle Jo sudah punya pangsa pasar tersendiri.

Inovasi yang mereka lakukan adalah upgrade dengan varian rasa. Jadi Uncle Jo tidak sampai ketinggalan dengan cara mengikuti pangsa pasar.

Sepanjang perjalanan usahanya, Uncle Jo bukan berarti tanpa kendala. Sandi mengaku, “Kendala yang kami alami adalah modal awal, lalu mencari stand yang worth it untuk buka usaha. Dan juga kita terdampak adanya demo di akhir Agustus, kami terdampakjuga. Omset kami sempat turun 40% dari penjualan. Semoga demo tidak sampai memberikan dampak negatif lagi dikemudian hari. Karena saat itu banyak isu, impact nya sepi untuk penjual. Karena pelanggan takut untuk keluar rumah.” Kata Sandi

Menurut mereka jika ingin usaha, harus punya prinsip, contohnya kita harus mulai sesuatu yang belum kita mulai. Kalau sudah berani terjun, pasti bisa nikmati apa yang diusahakan nantinya. Mereka mengaku niat baik tidak melulu soal modal yang besar. Mulai dari apa yang kita punya. Minimal punya niat. Harapan mereka bisa buka cabang ditempat-tempat lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....