UHW Perbanas Dampingi UMKM Bluru Kidul Go Digital
- 22 Jul 2025 21:53 WIB
- Surabaya
KBRN Sidoarjo: Tim dosen Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas memberi pendampingan kepada pelaku industri rumah tangga. Program ini berfokus pada pengembangan Smart Business Community di Desa Bluru Kidul, Sidoarjo.
Tercatat lebih dari 1.000 UMKM tergabung dalam Paguyuban Bluru Bangkit Sidoarjo (BBS). Jumlah itu terdiri dari 210 UMKM craft, 146 UMKM makanan dan minuman, serta 648 anggota sektor jual beli.
Dosen UHW Perbanas, Dr. Nurul Hasanah Uswati Dewi, menilai potensi UMKM di sana cukup tinggi. Namun, masih ada kendala dalam penggunaan teknologi, manajemen digital, dan pemasaran online.
“Sistem keanggotaan masih manual dan hanya memakai WhatsApp,” ujarnya, Selasa (22/7/2025). Tim dosen hadir untuk memberi solusi digital bagi para pelaku usaha.
Smart Business Community diawali dengan pelatihan dan pendampingan UMKM. Fokus utamanya pada standarisasi proses produksi dan peningkatan mutu produk.
Tim dosen juga memperkenalkan aplikasi website bernama FinTrack. Aplikasi ini digunakan untuk pencatatan keuangan dan pembuatan laporan usaha secara digital.
“Pada sisi pemasaran digital, para UMKM dibuatkan akun media sosial dan marketplace. Tim juga membantu dalam proses branding dan desain kemasan produk,”ungkapnya.
Pendampingan ini didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan berlangsung dalam program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Tim pelaksana terdiri atas tiga dosen UHW Perbanas. Mereka adalah Dr. Nurul Hasanah, Deny Hermansyah, dan Reza Tianto.
Peserta pelatihan, Riska Ifa Annisa, mengaku sangat terbantu. Menurutnya, banyak anggota paguyuban masih belum terbiasa dengan teknologi digital.
“Pelatihan ini membantu merapikan dan memperbarui data anggota,” ujarnya. Ia menjabat sebagai divisi digital marketing Paguyuban BBS.
Pelaku UMKM Karagekuy juga menyampaikan harapan ke depan. Menurutnya, pendampingan digital masih perlu dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Banyak anggota berasal dari lintas generasi,” ucapnya. Karena itu, pelatihan harus terus diberikan sampai UMKM bisa mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....