M. Ali Yasin Lakukan Riset Hasilkan Dawet Rengganis

  • 09 Jul 2025 14:26 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Berawal dari warisan perangkat jualan dawet tanpa resep, M. Ali Yasin memutar otak dan melakukan riset hingga akhirnya melahirkan Dawet Rengganis, minuman segar dengan varian kekinian yang kini digemari banyak kalangan.

“Dulu teman saya dari ITS mewarisi perangkat jualan dawet, tapi cuma perangkatnya, nggak pakai resep. Dari situ saya coba riset gimana sih cara membuat dawet,” ujar M. Ali Yasin saat mengisi Program Obrolan UMKM di Pro 4 RRI Surabaya, Rabu, (9/7/2025).

Nama Rengganis sendiri terinspirasi dari masa kuliahnya, saat ia mendapat tugas dosen untuk mencari naskah Rengganis. Sejak 2018, ia mulai memproduksi dan mengembangkan dawet dalam berbagai varian. Dari hasil riset, ia menciptakan 23 rasa dengan aneka topping, seperti nangka dan durian, yang dikemas dalam botol.

Namun saat pandemi COVID-19, ia melakukan penyesuaian bahan. Cendol beras diganti dengan jelly karena tidak tahan disimpan di freezer. “Cendol beras kalau disimpan di freezer teksturnya berubah. Jadi saya pakai jelly,” jelasnya.

Pasca pandemi, Ali memilih lima varian rasa terbaik untuk tetap dijual: pandan, original, crème brûlée, salted caramel, dan taro. Kini, selain menjajakan dagangannya lewat gerobak sepeda listrik di sekitar UNAIR, ia juga membuka kedai tetap di Jl. Bratang Gede No. 30, Surabaya.

“Kalau ketemu dengan gerobak Dawet Rengganis di daerah UNAIR bisa dicoba, harganya yang cup 10 Oz Rp10.000, cup 12 Oz Rp12.000. Kalau di kedai kami jual kemasan cup 14–18 Oz dengan harga Rp15.000–Rp20.000,” kata Ali.

Strategi pemasarannya pun menyesuaikan zaman. Ali memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram @dawet.rengganis, untuk menarik pembeli dan membangun loyalitas pelanggan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....