BI Perkuat Strategi Kebijakan Eksyar Lewat Gerakan LENTERA Emas
- 06 Okt 2026 06:33 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- BI Jatim gelar Media Gathering Strategic Visioning Eksyar di Surakarta, paparkan peta jalan Eksyar 2025-2045 menuju Indonesia Emas 2045.
- Market share bank syariah baru 8,04% dan literasi syariah 42,34% masih rendah, menjadi tantangan utama pengembangan Eksyar.
- Enam inisiatif strategis dirumuskan, termasuk LENTERA Emas yang fokus literasi inklusi untuk pelajar, santri, UMKM, dan perempuan.
RRI.CO.ID, Surabaya - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur menggelar Capacity Building Media Gathering di Surakarta. Kegiatan bertajuk Strategic Visioning Inisiatif Strategis Kebijakan Eksyar berlangsung Senin, 5 Oktober 2026.
Deputi Direktur KPw BI Jawa Timur Yono Haryono hadir sebagai narasumber utama kegiatan tersebut.
Ia memaparkan peta jalan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah periode 2025-2045.
Yono menegaskan Eksyar menjadi bagian penting transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas. Visi tersebut menargetkan PDB per kapita 23 ribu hingga 30,3 ribu dolar.
"Kinerja sektor unggulan halal value chain tumbuh di atas 5,27 persen sepanjang 2024. Namun market share perbankan syariah nasional masih 8,04 persen per Januari 2025." Ujarnya.
Tantangan terbesar adalah rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat Indonesia saat ini. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan SNLIK 2024 mencatat literasi syariah 42,34 persen dan inklusi hanya 41,42 persen.
Angka tersebut tertinggal jauh dibanding keuangan konvensional yang literasinya mencapai 65,43 persen.
Menurut Yono, keberpihakan terbatas menjadi alasan perlunya gerakan masif bersama lintas sektor.
Bank Indonesia bersama KNEKS dan OJK merumuskan enam inisiatif strategis pengembangan Eksyar. Inisiatif meliputi penguatan ekosistem produk halal, keuangan syariah, dan halal lifestyle nasional.
Selanjutnya penguatan industri halal, ekosistem digital syariah, serta gerakan LENTERA Emas nasional.
LENTERA Emas adalah Literasi dan Inklusi Ekonomi Keuangan Syariah menuju Indonesia Emas.
"Gerakan ini bertujuan meningkatkan literasi preferensi masyarakat terhadap produk ekonomi syariah berkelanjutan. Tiga strategi utama meliputi edukasi, perluasan akses layanan, dan sinergi pentahelix nasional terintegrasi." katanya.
Quick wins dilakukan melalui survei literasi, standardisasi konten, dan kolaborasi komunikasi edukasi intensif. Penguatan digitalisasi dan inklusi juga menjadi fokus percepatan implementasi program LENTERA Emas tersebut.
Segmen prioritas yang disasar meliputi pelajar, mahasiswa, santri, pemuda, UMKM, dan perempuan Indonesia. Sisi literasi mendorong kampanye nasional omni-channel dan integrasi materi ekonomi syariah dalam kurikulum.
Optimalisasi digitalisasi digunakan untuk pelaksanaan, evaluasi, dan penajaman sinergi program secara berkelanjutan. Sisi inklusi memperluas akses produk berbasis kebutuhan komunitas khususnya di daerah 3T.
Penguatan peran kelembagaan pendamping menjembatani masyarakat dengan ekosistem inklusi Eksyar yang tersedia. Pemanfaatan teknologi digital memperluas pembiayaan dan pemasaran produk sehingga penggunaan layanan syariah meningkat.
Yono menutup paparan dengan menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix lintas sektor secara berkelanjutan nasional. Media diharapkan menjadi mitra strategis mengakselerasi literasi dan mengawal kebijakan Eksyar hingga daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....