Kinerja APBN Jawa Timur Tetap Solid, Belanja Negara Tumbuh 24,08 Persen

  • 17 Sep 2026 09:19 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Realisasi pendapatan negara Jawa Timur hingga Agustus 2026 mencapai Rp167,52 triliun, tumbuh 8,89 persen secara tahunan.
  • Belanja negara mencapai Rp85,41 triliun, dengan Belanja Kementerian/Lembaga tumbuh 24,08 persen dan Transfer ke Daerah mencapai 75,73 persen dari pagu.
  • APBN turut menopang daya beli dan pembangunan SDM melalui subsidi Rp10,39 triliun, belanja pendidikan Rp12,99 triliun, dan kesehatan Rp2,02 triliun.

RRI.CO.ID, Surabaya - Kinerja APBN Regional Jawa Timur hingga Agustus 2026 menunjukkan kondisi fiskal yang tetap solid. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, menyampaikan realisasi pendapatan negara mencapai Rp167,52 triliun.

Angka tersebut tumbuh 8,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara realisasi belanja negara mencapai Rp85,41 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp36,03 triliun dan Transfer ke Daerah Rp49,37 triliun.

"Belanja Kementerian/Lembaga tumbuh signifikan 24,08 persen secara tahunan. Transfer ke Daerah juga telah mencapai 75,73 persen dari total pagu." Ujarnya, saat Media Briefing Triwulan III Tahun 2026 dengan tema “Memperkuat Resiliensi dan Stabilitas melalui Sinergi Kebijakan dan Intermediasi untuk

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kepercayaan Masyarakat Jawa Timur, di Surabaya, Rabu, 16 September 2026.

Secara keseluruhan, APBN Regional Jawa Timur mencatat surplus Rp82,12 triliun atau tumbuh 33,85 persen secara tahunan. "Kinerja tersebut menunjukkan kapasitas fiskal yang tetap terjaga untuk mendukung aktivitas ekonomi dan layanan publik." lanjutnya.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Max Darmawan, turut menyampaikan perkembangan penerimaan negara di Jawa Timur. Realisasi penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp71,19 triliun atau 58,19 persen dari target APBN.

"Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp90,25 triliun, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak mencapai Rp6,09 triliun atau 97,51 persen dari target," katanya.

Ia menjelaskan. dari sisi ekonomi, Jawa Timur tumbuh 5,84 persen secara kumulatif hingga triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, dengan industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, dalam media briefing juga membahas perkembangan ekonomi dan stabilitas harga Jawa Timur. Inflasi Agustus 2026 tercatat 3,32 persen secara tahunan dan 0,34 persen secara bulanan, masih dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Daya beli petani dan nelayan turut terjaga, dengan Nilai Tukar Petani sebesar 119,05 dan Nilai Tukar Nelayan 104,56. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 sebesar 3,42 persen, sedangkan kemiskinan Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen.

Namun, pemerataan manfaat pertumbuhan masih menjadi tantangan. Gini Ratio Jawa Timur pada Maret 2026 meningkat menjadi 0,365 dari 0,359 pada September 2025. Dukungan APBN terhadap daya beli terlihat dari realisasi subsidi yang mencapai Rp10,39 triliun, tumbuh 43,57 persen. Subsidi listrik telah menjangkau sekitar 7,26 juta penerima, sedangkan subsidi pupuk menjangkau sekitar 2,30 juta petani.

APBN juga memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui realisasi belanja fungsi pendidikan Rp12,99 triliun dan kesehatan Rp2,02 triliun. Realisasi fungsi pendidikan tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Untuk ketahanan pangan, realisasi belanja APBN mencapai Rp880,25 miliar. Sementara pembangunan Sekolah Rakyat terealisasi Rp3,58 triliun atau 93,5 persen dari pagu, dengan progres fisik rata-rata 99,63 persen.

Program Makan Bergizi Gratis didukung 4.338 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi aktif yang menjangkau 9,02 juta penerima manfaat. Di sektor produktif, penyaluran kredit program mencapai Rp39,24 triliun kepada 863.171 debitur, terutama sektor perdagangan 36,83 persen dan pertanian 30,91 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....