Misi Dagang Jatim-Kaltara Bukukan Transaksi Rp2,5 Triliun

  • 09 Sep 2026 10:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)–Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat transaksi sebesar Rp2.507.940.886.000 atau sekitar Rp2,5 triliun. Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut, mempertemukan pelaku usaha dari kedua provinsi untuk memperluas perdagangan dan investasi antar daerah.

Dari total transaksi tersebut, penjualan Jatim ke Kaltara mencapai Rp1.644.652.687.600, sedangkan pembelian Jatim dari Kaltara mencapai Rp863.288.184.400. Beragam komoditas dipertukarkan, mulai dari produk pangan, peternakan, perikanan, pertanian, hasil tembakau, hingga produk manufaktur dan kerajinan.

“Semangat utama Misi Dagang Jawa Timur dan Kalimantan Utara adalah membersamai, menguatkan, meluaskan, dan mengembangkan seluruh sektor potensial yang dimiliki kedua daerah,” ujar Gubernur Khofifah, Rabu 9 September 2026. Ia menegaskan misi dagang harus menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama ekonomi kedua provinsi.

Khofifah mengatakan capaian transaksi tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka dalam satu forum pertemuan. Menurut dia, seluruh kesepakatan harus segera ditindaklanjuti untuk memperluas pasar, memperkuat mata rantai pasok, membuka investasi, dan membangun kemitraan bisnis berkelanjutan.

“Tidak ada sukses sendirian, makin banyak kolega, kolaborasi, sinergi, kesuksesan akan bisa kita raih,” katanya. Ia menyebut kebersamaan antardaerah menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Penguatan kerja sama juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama antara perangkat daerah dan organisasi dunia usaha Jawa Timur serta Kalimantan Utara. Khofifah mendorong konektivitas KADIN, IWAPI, dan HIPMI di kedua provinsi untuk memperkuat akses pasar dan kualitas sumber daya manusia.

“Kita punya prinsip bagaimana kita tumbuh bersama, kita maju bersama, berkembang dan sejahtera bersama,” tutur Khofifah. Ia berharap konektivitas yang dibangun tidak berhenti pada pertemuan tersebut, tetapi berlanjut pada pengembangan sektor-sektor potensial lainnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengapresiasi pelaksanaan misi dagang yang dinilai menjadi momentum penting mempererat kerja sama ekonomi kedua provinsi. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada transaksi sesaat, tetapi berlanjut menjadi investasi dan kemitraan usaha yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....