Kejar Target Rp43 Triliun, Pemkot Surabaya Perkuat Inovasi Digital
- 23 Agt 2026 19:13 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Pemkot Surabaya menargetkan realisasi investasi Rp43 triliun pada 2026.
- Target investasi meningkat dari realisasi beberapa tahun terakhir yang berada di kisaran Rp35–36 triliun.
- Penguatan investasi dilakukan melalui digitalisasi perizinan berbasis AI dan pemantauan layanan secara real-time
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menargetkan realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Target tersebut didukung penguatan iklim investasi melalui inovasi layanan perizinan berbasis digital.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, target investasi tahun ini meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi investasi Surabaya berada di kisaran Rp35 triliun hingga Rp36 triliun.
“Target kami tahun ini Rp43 triliun. Tentunya inovasi-inovasi yang kami lakukan akan menunjang target investasi yang ditetapkan tahun ini,” ujar Eri, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut Eri, Pemkot Surabaya terus memperkuat kemudahan perizinan untuk meningkatkan kepercayaan investor. Salah satunya melalui sistem terintegrasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Sistem tersebut memungkinkan Pemkot Surabaya memantau proses perizinan secara real-time. Pemohon juga dapat melacak perkembangan berkas perizinan melalui telepon pintar.
Selain digitalisasi, Pemkot Surabaya menyediakan Klinik Investasi untuk mendampingi calon investor. Layanan tersebut membantu investor menghitung Break Even Point (BEP) hingga memperkirakan waktu pembangunan.
Eri menegaskan, kepastian hukum dan transparansi menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, kepastian layanan dan tidak adanya biaya di luar ketentuan dapat meningkatkan kepercayaan investor.
“Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor akan terbangun. Hasilnya, investasi bergerak dan perekonomian Surabaya ikut tumbuh,” katanya.
Penguatan layanan investasi tersebut turut diverifikasi Tim Pelaksana Percepatan Pelaksanaan Berusaha Daerah bersama Tim Panel Penilai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Verifikasi dilakukan dalam rangka penilaian Anugerah Layanan Investasi 2026.
Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Hasyim Daeng Barang, mengatakan tim melakukan uji petik terhadap layanan yang telah dipaparkan Pemkot Surabaya. Penilaian mencakup kinerja DPMPTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha.
Tim juga mewawancarai dinas teknis perizinan serta puluhan pelaku usaha di Surabaya. Pelaku usaha yang ditemui berasal dari sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga UMKM.
Eri menegaskan, penghargaan Anugerah Layanan Investasi bukan menjadi tujuan utama Pemkot Surabaya. Menurutnya, sasaran utama adalah mendorong investasi, mengurangi kemiskinan dan stunting, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Penghargaan itu bonus. Sasaran utama kami adalah investasi bergerak, kemiskinan dan stunting berkurang, serta masyarakat sejahtera,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....