Ekonomi Jatim Triwulan II-2026 Tumbuh 5,72 Persen, Industri Pengolahan Dominan
- 06 Agt 2026 16:32 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Ekonomi Jawa Timur Triwulan II-2026 tumbuh 5,72 persen (y-on-y) dan 2,85 persen (q-to-q), dengan PDRB Rp930 triliun.
- Industri Pengolahan tetap menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi 31,11 persen terhadap PDRB Jawa Timur.
- Jawa Timur mencatat pertumbuhan kumulatif Semester I-2026 tertinggi di Pulau Jawa sebesar 5,84 persen.
RRI.CO.ID, Surabaya – Perekonomian Jawa Timur pada Triwulan II-2026 mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,72 persen dibanding periode sama tahun lalu. Secara kumulatif, pertumbuhan Semester I-2026 mencapai 5,84 persen dibanding Semester I-2025.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp930,00 triliun. Sementara PDRB atas harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp538,59 triliun.
Plh Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengatakan ekonomi Jawa Timur juga tumbuh 2,85 persen dibanding Triwulan I-2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga sepanjang paruh pertama 2026.
"Dari sisi produksi, pertumbuhan triwulanan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 14,20 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Konsumsi Pemerintah meningkat paling tinggi mencapai 15,47 persen." katanya.
Secara tahunan, lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh 16,86 persen. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga meningkat 10,99 persen, diikuti Konstruksi 8,41 persen.
Lapangan usaha Informasi dan Komunikasi tumbuh 7,44 persen sepanjang Triwulan II-2026. Sementara Pertambangan dan Penggalian menjadi satu-satunya sektor yang terkontraksi sebesar 4,89 persen.
Pada Semester I-2026, pertumbuhan tertinggi berasal dari Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,76 persen. Jasa Lainnya tumbuh 10,04 persen, sedangkan Konstruksi meningkat 7,78 persen.
"Struktur ekonomi Jawa Timur masih didominasi Industri Pengolahan dengan kontribusi 31,11 persen terhadap PDRB. Perdagangan Besar dan Eceran menyumbang 18,22 persen, sedangkan Pertanian sebesar 11,20 persen."" jelasnya.
Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi Jawa Timur. Kontribusinya mencapai 60,85 persen terhadap total PDRB Triwulan II-2026.
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 19,35 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto meningkat 8,86 persen dan Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 5,59 persen.
Secara spasial, Jawa Timur menyumbang 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa. Kontribusi tersebut menjadi terbesar kedua setelah DKI Jakarta yang mencapai 28,89 persen.
Pada tingkat Pulau Jawa, pertumbuhan ekonomi tahunan tertinggi diraih DI Yogyakarta sebesar 5,75 persen. Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan pertumbuhan 5,72 persen.
Namun secara kumulatif Semester I-2026, Jawa Timur mencatat pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa sebesar 5,84 persen. Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Jawa Timur tetap terjaga di tengah dinamika nasional.
Data tersebut merupakan Berita Resmi Statistik BPS Jawa Timur Nomor 52/08/35/Th. XXIV yang dirilis 5 Agustus 2026. Angka PDRB Triwulan II-2026 masih berstatus sangat-sangat sementara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....