Harga Sayur Melonjak dan Minyakkita Langka di Pasar Asemrowo Surabaya
- 03 Agt 2026 11:06 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya - Harga sejumlah sayur mayur mengalami kenaikan di pasar Asemrowo Surabaya, pada Senin 3 Agustus 2026. Sedangkan harga kebutuhan pokok relatif stabil, kecuali minyak goreng subsidi minyakkita.
Siti Rohmah, salah satu pedagang di pasar Asemrowo mengakui, jika harga sayur melonjak. Seperti mentimun dan wortel, kenaikan harganya mencapai dua kali lipat, sedangkan cabai relatif stabil.
"Timun yang mahal, 20 ribu. Biasanya 10 ribu, sekarang 20 ribu. Ini wortel juga naik, biasanya murah," katanya.
Pembeli juga mengeluhkan kenaikan harga sayur mayur ini. Salah satunya dikeluhkan Bu Atik, warga Asemrowo yang juga menggerutu dengan semakin melonjaknya sayur ini.
"Yang naik itu timun, terua lombok (cabai), terus kayak sayur sayuran, wortel, kentang, gubis, yang buat sayur sop itu naik semua. Biasanya itu, beli 3 ribu, 4 ribu itu boleh, sekarang gak boleh harus 5 ribu," katanya.
Mendengar keluhan warga, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono langsung turun mengecek harga. Ia mendapati sejumlah bahan pokok pangan relatif stabil, bahkan telor seharga Rp 23 ribu perkilo.
"Setelah saya langsung cek ke pasar, harga telor sangat murah, 23 ribu. Harga ayam masih murah, ada yang 35 ribu, ada yang 36 ribu. Ini menunjukkan bahwa komoditas pokok yang ada di pasar Asemrowo, ini masih stabil," ucapnya.
Begitu juga harga beras, masih stabil Rp 14 ribu perkilogram. Namun yang menjadi sorotan Kapoksi Komisi VII ini adalah harga dan pasokan minyak goreng subsidi minyakkita, yang dinilai mahal dan mengalami kekosongan.
"Minyakkita sulit didapat di sini, jadi ini tugas dari Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan untuk segera mendorong minyakkita ada di Surabaya dengan harga yang sesuai, yaitu 15.700," katanya.
Bambang Haryo sempat geram dengan kelangkaan minyakkita di pasar ini, terlebih harga kepada konsumen mencapai Rp23 ribu per liter. Ia menegaskan, minyakkita disubsidi oleh negara untuk kepentingan masyarakat.
"Terus tadi dikatakan masyarakat, bahwa mutu minyakkita itu buruk, satu kali goreng sudah harus ganti, ini tidak boleh terjadi hal seperti ini. Minyakita harus jauh lebih baik dari minyak lainnya," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bambang Haryo juga menyoroti infrastruktur toilet sebagai penunjang kenyamanan pasar. Selain itu, juga memberi bantuan tiga Alat Pemadan Api Ringan (APAR), untuk mitigasi bencana kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....