Pinjaman Daring Jawa Timur Tumbuh 19,05 Persen YoY, Pasar Modal dan Dapen Menguat

  • 22 Jun 2026 17:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa di tengah gejolak ekonomi global, kinerja perbankan nasional tetap solid dengan pertumbuhan kredit yang kuat dan likuiditas tetap terjaga. Rentabilitas perbankan terjaga, kesehatan permodalan didukung rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang memadai.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Horas VM Tarihoran, dalam Media Briefing Triwulan (TW) II 2026 pada 22 Juni 2026 di Surabaya, menyampaikan kinerja industri Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, dan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) di Jawa Timur tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global.

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau pinjaman daring mencatatkan outstanding Rp. 11,969 triliun per April 2026, tumbuh 19,05 persen secara tahun ke tahun (yoy). Jumlah pemberi pinjaman mencapai 408 ribu rekening, naik 36,50 persen secara tahunan. Sementara peminjam mencapai 18,014 juta rekening, tumbuh 17,42 persen secara tahunan. Tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP-90 tercatat 5,80 persen.

"Untuk Perusahaan Modal Ventura, total penyertaan atau pembiayaan mencapai Rp.1,96 triliun per Maret 2026, tumbuh 4,38 persen secara tahunan dengan Non-Performing Financing (NPF) gross 3,89 persen."" kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Horas VM Tarihoran, dalam Media Briefing Triwulan (TW) II 2026 pada 22 Juni 2026 di Surabaya.

Perusahaan Pembiayaan membukukan total pembiayaan Rp.46,29 triliun per Maret 2026, terkoreksi minus 2,17 persen secara tahunan namun masih tumbuh 1,41 persen secara year to date (ytd). Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat 3,92 persen. Jumlah kontrak pembiayaan mencapai 409.281 kontrak, didominasi pembiayaan multiguna, investasi, modal kerja, dan syariah ke sektor perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, pertanian, serta akomodasi makan minum.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) mencatat total pinjaman yang diberikan Rp.176,50 miliar per Maret 2026, tumbuh 16,42 persen secara tahunan. Aset tumbuh 1,05 persen secara tahunan menjadi Rp.274,29 miliar, sedangkan simpanan terkoreksi minus 1,05 persen secara tahunan menjadi Rp.38,64 miliar.

Pergadaian Swasta mengalami kontraksi sehubungan dengan adanya penggabungan atau merger salah satu perusahaan gadai swasta di Jawa Timur. Total aset terkoreksi minus 33,62 persen secara tahunan menjadi Rp.660,45 miliar dan pembiayaan terkoreksi minus 38,98 persen secara tahunan menjadi Rp.504,96 miliar per Maret 2026. Jumlah nasabah 157.722 nasabah dengan outstanding gadai Rp.38,17 miliar dan outstanding fidusia Rp.504,96 miliar.

"Pasar Modal Jawa Timur menunjukkan kinerja positif. Jumlah emiten Initial Public Offering (IPO) mencapai 57 emiten dengan total dana terhimpun Rp.14,94 triliun. Emiten sektor barang baku mendominasi penghimpunan dana sebesar Rp.8,18 triliun atau 54,02 persen dari total dana. Rata-rata transaksi saham bulanan Januari hingga April 2026 sebesar Rp. 50,424 triliun ." jelasnya.

Investor Jawa Timur mencatatkan year to date (ytd) net buy 4,127 triliun Rupiah dan month to date (mtd) net buy Rp.2,679 triliun. Per April 2026, Jawa Timur menjadi provinsi dengan Single Investor Identification (SID) terbanyak ketiga nasional, sebanyak 2.989.513 SID, tumbuh 60,47 persen secara tahunan.

Securities Crowdfunding (SCF) juga tumbuh. Jumlah penerbit SCF April 2026 sebanyak 35 pihak, meningkat 12,90 persen secara tahunan. Jumlah pemodal tumbuh 7,71 persen secara tahunan menjadi 8.074 pihak. Total dana terhimpun SCF mencapai Rp.65,79 miliar Rupiah, tumbuh 61,66 persen secara tahunan. Mayoritas penerbit SCF berasal dari sektor barang konsumen primer sebanyak 19 penerbit dengan dana terhimpun 26,24 miliar Rupiah atau 39,89 persen.

Reksa Dana mencatatkan pertumbuhan nasabah institusi 84,83 persen secara tahunan dan nasabah perorangan 44,74 persen secara tahunan per Maret 2026. "Nilai penjualan reksa dana tumbuh 177,82 persen secara tahunan dalam Rupiah dan 627,93 persen dalam dolar Amerika Serikat (USD)." Ia menambahkan.

Industri Perasuransian mencatat total pendapatan premi Januari sampai April 2026 sebesar 6.788,58 miliar Rupiah, meningkat 20,61 persen secara tahunan. Kontribusi premi sebagian besar dari asuransi jiwa dengan pangsa 81,95 persen. Total beban klaim Rp.4.866,59 miliar, naik 18,01 persen secara tahunan dengan komposisi klaim asuransi jiwa 89,22 persen.

Dana Pensiun yang berkantor pusat di Jawa Timur membukukan total aset tersedia Rp. 4,61 triliun per April 2026, tumbuh 4,05 persen secara tahunan. Total investasi Rp.4,48 triliun, tumbuh 3,96 persen secara tahunan. Portofolio didominasi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp.2,031 triliun atau 45,34 persen dari total portofolio Rp.4,479 triliun. Jumlah peserta dana pensiun 20.020 peserta.

Perusahaan Penjaminan mencatatkan outstanding penjaminan Rp.7,95 triliun per Maret 2026, terkontraksi minus 2,17 persen secara tahunan. Pangsa penjaminan produktif terus meningkat mencapai 15,64 persen per April 2026, sejalan dengan transisi bisnis yang memprioritaskan kategori usaha produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....