Gubernur Khofifah Optimis Instalasi Karantina Terpadu Tingkatkan PAD Jatim

  • 09 Mei 2026 11:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis, Instalasi Karantina Terpadu tingkatkan PAD. Menjadi langkah strategis dalam memperkuat efisiensi perdagangan, logistik ekspor-impor.

Ia menjelaskan, fasilitas ini merupakan implementasi Integrated Agro-Logistics and Quarantine Gateway. Yang mengintegrasikan sistem logistik pangan dan prosedur karantina dalam satu sistem yang efisien, cepat, dan transparan.

“Dengan adanya gerbang terintegrasi ini, proses logistik dan karantina tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu sistem yang modern dan efektif,” katanya, Sabtu 9 Mei 2026.

Gubernur Khofifah berharap Instalasi Karantina Terpadu mampu mendukung terciptanya ekosistem perdagangan yang lebih kompetitif. Melalui efisiensi biaya logistik dan penurunan dwelling time.

“Efisiensi logistik akan meningkatkan daya saing produk Jawa Timur di pasar global,” ucapnya.

Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional sekaligus lumbung pangan Indonesia. Karena itu, setiap produk yang keluar maupun masuk harus terjamin keamanan, kualitas, serta legalitasnya.

“Alhamdulillah dengan peresmian Instalasi Karantina Terpadu JATIM HUB ini mulai beroperasi, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Karantina Indonesia karena ini menjadi yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

Khofifah juga menegaskan kawasan JATIM HUB diharapkan mampu menjadi pintu masuk produk-produk daerah menuju pasar global. Termasuk produk koperasi, baik itu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun koperasi yang lain, juga usaha kecil menengah (UKM), dan industri kecil menengah (IKM).

“Kita ingin produk-produk daerah, termasuk produk Koperasi Merah Putih, UKM, dan IKM, tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujarnya. “Karena di sini juga ada pembinaannya bagaimana produk dari koperasi, UKM dan IKM yang sudah masuk skala ekspor bisa masuk standar ke negara tujuan.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan salah satu tantangan terbesar yang selama ini dihadapi pelaku usaha adalah distribusi barang yang lambat dan tingginya biaya logistik. “Di tengah persaingan perdagangan global, kecepatan layanan menjadi bagian dari daya saing,” katanya.

Karena itu, Pemprov Jawa Timur mendukung integrasi layanan karantina dan logistik agar proses distribusi barang menjadi lebih cepat, efisien, dan memiliki kepastian layanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....