Empat BPR Nusumma Resmi Bergabung, OJK Dorong Penguatan Industri
- 16 Sep 2026 15:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong konsolidasi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) untuk memperkuat struktur, ketahanan, efisiensi, dan daya saing. Upaya tersebut diwujudkan melalui penggabungan PT BPR Nusumma Jateng, PT BPR Nusumma Jawa Barat, dan PT BPR Nusumma Jogja ke dalam PT BPR Nusumma Jatim.
Penggabungan empat BPR dengan kepemilikan yang sama ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan BPR, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK, Provinsi Jawa Timur, Nasirwan mengatakan konsolidasi diharapkan meningkatkan kapasitas BPR menghadapi perkembangan industri jasa keuangan dan kebutuhan masyarakat.
“Dengan dilaksanakannya penggabungan keempat BPR, diharapkan konsolidasi ini dapat memperkuat struktur dan kapasitas BPR. Penggabungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan permodalan, memperkuat kecukupan dan keandalan infrastruktur teknologi informasi, serta meningkatkan penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik,” kata Nasirwan.
Ia menambahkan, kapasitas yang semakin kuat diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing BPR sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. PT BPR Nusumma Jateng berkedudukan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah; PT BPR Nusumma Jawa Barat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat; dan PT BPR Nusumma Jogja di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, PT BPR Nusumma Jatim sebagai BPR penerima penggabungan berkedudukan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Menurut Nasirwan, BPR yang sehat, kuat, dan berdaya saing memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat melalui layanan perbankan yang mudah diakses sesuai kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Nasirwan juga menyerahkan Salinan Keputusan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan calon Pemegang Saham Pengendali (PSP), calon anggota Dewan Komisaris, dan calon anggota Direksi PT BPR Nusumma Jatim hasil penggabungan.
Secara nasional, hingga Mei 2026, kinerja industri BPR dan BPR Syariah (BPR/S) tetap tumbuh positif. Total aset mencapai Rp239,26 triliun atau tumbuh 4,16 persen secara tahunan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp168,64 triliun atau tumbuh 4,24 persen, sementara kredit mencapai Rp178,52 triliun atau tumbuh 3,89 persen.
OJK akan terus mendorong penguatan dan konsolidasi BPR/S untuk membangun industri yang sehat, efisien, berintegritas, dan berdaya saing. Langkah tersebut diharapkan memperbesar kontribusi BPR/S terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....