Frugal Living Jadi Tren, Hemat Bukan Berarti Pelit

  • 30 Jun 2026 07:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya– Tren frugal living belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Gaya hidup hemat ini kembali menjadi sorotan setelah pasangan artis Cyntia Lamusu dan Surya Saputra membagikan kebiasaan mereka dalam mengelola keuangan secara sederhana dan bijak. Fenomena tersebut memicu banyak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih terencana.

Menanggapi tren tersebut, psikolog Surabaya, Wenika, mengatakan bahwa frugal living merupakan gaya hidup yang menekankan pengelolaan keuangan secara sadar dengan memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Penjelasan itu disampaikannya saat diwawancarai Pro 1 melalui sambungan telepon, Senin 29 Juni 2026.

"Frugal living bukan berarti pelit. Ini adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan uang secara bijaksana sesuai prioritas, sehingga kebutuhan utama tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas hidup. Fokusnya adalah menghindari pemborosan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang," ujar Wenika.

Menurutnya, seseorang yang menerapkan frugal living akan lebih selektif dalam membelanjakan uang. Pengeluaran diarahkan pada hal-hal yang benar-benar memberikan manfaat, sementara keinginan yang bersifat konsumtif dapat ditunda atau dihindari. Dengan demikian, seseorang tetap dapat menikmati hidup tanpa harus menghamburkan uang.

"Orang yang hidup hemat bukan berarti menolak menikmati hidup. Mereka justru pintar mencari alternatif yang lebih efisien, misalnya membandingkan harga, memanfaatkan promo yang memang dibutuhkan, atau memilih kegiatan yang tetap menyenangkan dengan biaya lebih terjangkau," jelasnya.

Wenika menambahkan, gaya hidup ini semakin diminati karena mampu membantu masyarakat mencapai kebebasan finansial. Selain mempercepat pembentukan dana darurat dan investasi, frugal living juga dinilai efektif mengurangi kebiasaan berutang akibat belanja impulsif yang sering dipengaruhi tren sesaat.

"Ketika kondisi keuangan lebih tertata, seseorang biasanya akan merasa lebih tenang. Stres yang berkaitan dengan masalah finansial juga bisa berkurang karena setiap pengeluaran sudah direncanakan dengan baik," katanya.

Ia juga membagikan beberapa langkah sederhana bagi masyarakat yang ingin memulai frugal living, seperti membedakan antara kebutuhan dan keinginan, rutin mencatat seluruh pengeluaran, serta menerapkan aturan jeda selama satu minggu sebelum membeli barang yang tidak bersifat mendesak. Cara tersebut dinilai efektif untuk mengurangi kebiasaan belanja impulsif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....