Satgas PASTI Jatim Terima 2.412 Aduan, IASC Blokir 515 Ribu Rekening Penipu
- 23 Jun 2026 08:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID. Surabaya – Penanganan penipuan kini makin cepat dengan adanya Indonesia Anti-Scam Centre atau IASC yang dibentuk OJK bersama anggota Satgas PASTI, asosiasi industri perbankan, dan sistem pembayaran. IASC mencatat 579.459 laporan. Dari laporan itu, 515.554 rekening diblokir dan Rp638,9 miliar dana korban diblokir.
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas PASTI daerah Jawa Timur mencatat 2.412 pengaduan sepanjang Januari sampai Maret 2026. Untuk pencegahan, Satgas PASTI menggelar 624 kegiatan edukasi dan 9 kali rapat koordinasi.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Horas VM Tarihoran, dalam Media Briefing Triwulan (TW) II 2026 pada 22 Juni 2026 di Surabaya, mengatakan, seluruh Kantor OJK di Jawa Timur telah memberikan Layanan Konsumen melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen atau APPK dan pelayanan informasi SLIK periode Januari sampai Maret 2026. Layanan Walk-in tercatat 3.618 layanan berupa pengaduan, pertanyaan, dan penyampaian informasi. Layanan SLIK melayani 15.037 debitur.
"Layanan APPK mencatat pertanyaan 125 layanan, informasi 135 layanan, dan pengaduan 122 layanan. Pengaduan tersebut terhadap PUJK yang berkantor pusat di provinsi Jawa Timur." ujarnya.
OJK juga gencar memberantas judi online yang berdampak luas pada perekonomian. Berbasis sumber data Kementerian Komunikasi dan Digital, sekitar 33.836 rekening diblokir. Perbankan juga melakukan Enhanced Due Diligence dan penutupan rekening dengan kesesuaian NIK.
"Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur menggenjot literasi dan inklusi keuangan sepanjang awal 2026. Total ada 865 kegiatan edukasi yang digelar OJK pada periode 2025 sampai Maret 2026 dengan peserta mencapai 537 ribu orang." katanya.
Jika dihitung sejak program GENCARKAN atau Gerakan Nasional Cerdas Keuangan dimulai Agustus 2024 sampai Maret 2026, total kegiatan edukasi mencapai 4.170 kegiatan dengan 1,02 juta peserta. Sementara kegiatan edukasi oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan dalam GENCARKAN tercatat 21 kegiatan dengan 11 ribu peserta. Untuk kegiatan inklusi keuangan OJK se-Jatim, tercatat 12 kegiatan dengan 32 ribu peserta dan 940 pembukaan rekening.
Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau LAKU PANDAI periode Triwulan I 2026 mencatat 288.090 total agen. Tabungan Basic Saving Account yang terhimpun mencapai Rp1,21 triliun dan kredit Rp9,43 miliar.
"Program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR yang meliputi Simpanan Pelajar dan Tabungan Anak Lainnya mencatat 12,49 juta rekening dengan nominal Rp4,3 triliun pada periode Triwulan IV 2025. Untuk program Simpanan Pelajar atau SimPel periode Triwulan I 2026, tercatat 278.824 kerjasama dengan sekolah, 8,45 juta rekening, dengan nominal Rp1,28 triliun." lanjut Horas.
Program Kredit atau Pembiayaan Melawan Rentenir atau K/PMR akumulasi sampai Triwulan IV 2025 telah menjangkau 1 provinsi dan 8 kab/kota. Total program K/PMR ada 10 program dengan 10 LJK terlibat. Total debitur mencapai 117.808 dengan total portofolio Rp3,57 triliun.
Dari sisi kelembagaan, total Kab/Kota dan Provinsi di Jatim ada 39. TPAKD Provinsi ada 1 dan TPAKD Kab/Kota ada 38. OJK juga aktif di kampanye nasional keuangan syariah GERAK Syariah selama bulan Ramadan. Kegiatannya meliputi KURMA atau Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan dan KOLAK atau Kajian dan Obrolan seputar Keuangan Syariah. Salah satu kegiatan unggulan adalah KOLAK Jatim Tangguh Digital bersama Satgas PASTI dan Kominfo Jatim.
Kegiatan lain adalah Edukasi 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa bersama BAZNAS Kota Malang, Santri Cakap Keuangan Syariah atau SAKINAH dengan SIMOLEK di PP Mambaul Hikam Kabupaten Blitar, dan Ramadhan Cerdas Finansial kepada UMKM di Kabupaten Banyuwangi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....