BSI Perkuat Pendidikan lewat Dana Umat

  • 17 Jun 2026 15:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI terus memperkuat instrumen keuangan syariah berbasis dana umat untuk mendukung kemaslahatan masyarakat. Salah satu perhatian utama diberikan kepada pengembangan pendidikan Islam sebagai fondasi pembangunan generasi yang berkualitas.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui silaturahim Branch Manager BSI KC Surabaya Jemur Handayani Surabaya, Anang Eko Wicaksono, ke Pesantren Luhur Al Husna Surabaya. Kedatangannya disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Luhur Al Husna, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., yang juga menjabat Ketua BAZNAS Jawa Timur.

Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah. Selain itu, kedua pihak juga mendiskusikan program literasi keuangan syariah dan edukasi pengelolaan zakat di Jawa Timur.

Anang Eko Wicaksono mengatakan kunjungannya ke Pesantren Luhur Al Husna bertujuan untuk belajar dan meminta masukan dari tokoh pendidikan Islam. Menurutnya, nasihat para ulama menjadi bekal penting bagi BSI dalam meningkatkan pelayanan kepada umat.

“Kedatangan kami ke Pesantren Luhur Al Husna ini untuk ngangsu kawruh dan meminta nasihat. Kami ingin belajar bagaimana bank yang berbasis syariah Islam dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada umat Islam, khususnya di Jawa Timur,” ujarnya.

Melalui silaturahim tersebut, BSI dan Pesantren Luhur Al Husna berkomitmen mengoptimalkan zakat sebagai instrumen keuangan syariah yang berdampak luas bagi masyarakat. Optimalisasi zakat juga diharapkan mampu mendukung program pendidikan dan pemberdayaan umat secara berkelanjutan.

Sejalan dengan pertumbuhan kinerja perseroan, sejak berdiri hingga akhir 2025 BSI telah menghimpun dan menyalurkan zakat sekitar Rp1 triliun melalui BAZNAS. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

BSI menilai zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) merupakan instrumen syariat yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Karena itu, berbagai kemudahan layanan terus dikembangkan agar pengelolaan dana umat dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

Hingga Maret 2026, animo masyarakat untuk berzakat melalui layanan digital BSI masih menunjukkan tren positif. Transaksi zakat melalui aplikasi BYOND by BSI tercatat mencapai Rp41,89 miliar secara year to date dengan rata-rata sekitar 150 ribu transaksi setiap bulan.

Sementara itu, Ali Maschan Moesa menegaskan kolaborasi antara BAZNAS Jawa Timur dan BSI menjadi kunci mengoptimalkan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp340 triliun per tahun. “Diperlukan penguatan sinergi antar lembaga, integrasi data muzakki, serta kolaborasi jaringan dan sumber daya manusia agar potensi zakat yang besar ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....