Kadin Jatim Sebut Usaha Tetap Stabil saat Rupiah Melemah

  • 19 Mei 2026 18:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Wakil Ketua Bidang Migas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Tri Prakoso, menilai aktivitas dan siklus usaha di Jawa Timur hingga saat ini masih berjalan relatif stabil meskipun nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, kondisi dunia usaha di Jawa Timur masih cukup terkendali karena ditopang ekosistem industri, distribusi, dan regulasi yang tetap berjalan baik. Ia mengatakan Jawa Timur selama ini juga menjadi salah satu barometer pertumbuhan ekonomi nasional.

“Meski rupiah melemah, suhu atau siklus usaha di Jawa Timur masih terkendali dan stabil. Yang penting ekosistem usaha dan regulasinya tetap terjaga,” ujarnya dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Selasa, 19 Mei 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Timur tahun 2024 tumbuh sebesar 4,93 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp3.168 triliun. Industri pengolahan menjadi sektor dominan dengan kontribusi sekitar 31 persen terhadap struktur ekonomi Jawa Timur.

Selain itu, Jawa Timur juga menjadi kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian nasional setelah DKI Jakarta dengan kontribusi sekitar 14 persen. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas sektor usaha dan industri di Jawa Timur masih bergerak positif di tengah dinamika ekonomi global.

Tri Prakoso mengatakan stabilitas dunia usaha perlu dijaga melalui kepastian regulasi dan dukungan terhadap sektor riil agar pelaku usaha tetap mampu menjalankan aktivitas produksi dan distribusi secara optimal.

“Apapun yang dilakukan pemerintah, Kadin Jawa Timur mendukung penuh sehingga perekonomian dapat berjalan selaras dengan yang diharapkan para pengusaha,” katanya.

Ia optimistis daya tahan dunia usaha di Jawa Timur masih cukup kuat selama iklim investasi, distribusi perdagangan, dan ekosistem industri tetap terjaga. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah pelemahan rupiah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....