Sempat Disorot DPRD Jatim, Kinerja PWU Raih Predikat Perusahaan Sehat

  • 11 Mei 2026 17:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - PT Panca Wira Usaha Jawa Timur (PWU) mencatat peningkatan kinerja dengan meraih kategori perusahaan sehat A pada tahun 2025. Capaian ini disebut menjadi indikator bahwa proses pembenahan perusahaan berjalan ke arah yang lebih baik.

Direktur Utama PT PWU Jawa Timur, Erlangga Satriagung, Senin 11 Mei 2026 menghormati berbagai rekomendasi yang diberikan. Khususnya berasal dari Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur terhadap kinerja perusahaan daerah.

“Yang pertama, saya menyampaikan terima kasih kepada pansus BUMD atas rekomendasi yang diberikan kepada Gubernur terhadap kinerja BUMD,” ujar Erlangga.

Menurutnya, PWU terus melakukan pembenahan meski masih menghadapi berbagai persoalan internal yang belum sepenuhnya terselesaikan. Khususnya dari sisi permodalan, yang belum sepenuhnya ideal.

“Kita akan terus memperbaiki kinerja, terkait dengan beberapa hal yang disorot oleh pansus BUMD, khususnya yang disorot tentang PWU,” katanya.

Erlangga menilai penilaian terhadap korporasi seharusnya tidak hanya dilakukan pada satu titik waktu tertentu. Sebab, kondisi perusahaan harus dilihat berdasarkan rekam jejak dan proses perbaikannya.

“Harusnya melihat sebuah korporasi tidak pada satu titik masa tertentu. Kalau dilihat hanya dalam satu tahun, maka riwayatnya lepas,” ucapnya.

Ia menjelaskan selama tujuh hingga delapan tahun memimpin PWU, perusahaan baru memperoleh kategori perusahaan sehat A pada tahun 2025. Sebelumnya, status kesehatan perusahaan masih berada di level kurang sehat.

“Saya pegang PWU itu sudah 7-8 tahun, baru tahun 2025 ini kita mendapat kategori perusahaan sehat A. Dulu sebelumnya masih B, triple B dan sebagainya,” ujarnya.

Meski telah memperoleh kategori sehat, Erlangga mengakui masih banyak persoalan yang perlu dibenahi di tubuh PWU. Keterbatasan modal disebut menjadi salah satu hambatan utama dalam mempercepat proses perbaikan perusahaan.

“Sekali lagi, ini kita terbatas modal. Istilahnya itu kalau orang sakit, kita ini perlu obat, tapi kita ini kan mampunya beli vitamin,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....