Strategi Kelola Keuangan jelang Lebaran
- 11 Mar 2026 12:38 WIB
- Surabaya
RRI. CO. ID, Surabaya - Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat sering mengalami peningkatan pengeluaran untuk berbagai kebutuhan seperti makanan berbuka puasa, pakaian baru, kue lebaran, hingga persiapan mudik. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan menjadi sangat penting agar kebutuhan lebaran tetap terpenuhi tanpa menimbulkan masalah finansial setelahnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Nurullaili Mauliddah, dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang menjadi narasumber dalam siaran Dialog Ekonomi di Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya.
Dalam dialog tersebut, Nurullaili menjelaskan bahwa momen Ramadhan hingga lebaran sering kali diikuti dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat. Selain kebutuhan berbuka puasa dan tradisi ngabuburit membeli takjil, pengeluaran juga bertambah menjelang akhir Ramadhan karena masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan hari raya.
| Baca juga: BI Siapkan Rp185,6 T jelang Lebaran 2026 |
Menurutnya, fenomena belanja online yang semakin mudah diakses juga menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya pengeluaran. Apalagi bagi pekerja di sektor formal yang menerima Tunjangan Hari Raya (THR), sering kali dana tersebut langsung digunakan untuk berbagai kebutuhan tanpa perencanaan yang matang.Oleh karena itu, Nurullaili menyarankan beberapa strategi pengelolaan keuangan agar THR dapat digunakan secara bijak dan tepat sasaran.
Strategi pertama adalah membedakan antara gaji bulanan dan THR. Gaji sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rutin seperti kebutuhan rumah tangga, tagihan listrik, cicilan, dan tabungan. Sementara itu, THR dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tambahan selama lebaran seperti membeli pakaian baru, makanan khas lebaran, hingga biaya perjalanan mudik.
Langkah berikutnya adalah membuat catatan pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Dengan mencatat setiap kebutuhan secara rinci, masyarakat dapat mengontrol pengeluaran dan mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala.
Selain itu, bagi umat muslim, zakat dan sedekah juga menjadi kewajiban yang perlu diprioritaskan. Zakat, baik zakat maal maupun zakat fitrah, tidak hanya menjadi kewajiban ibadah tetapi juga bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.
Nurullaili juga menekankan pentingnya tetap menyisihkan sebagian dana untuk tabungan meskipun pengeluaran meningkat selama lebaran. Sebagian dari THR dapat dialokasikan untuk tabungan atau investasi agar memberikan manfaat jangka panjang.
Selain kebutuhan utama, masyarakat juga boleh memberikan self reward sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras selama satu tahun. Namun, hal tersebut tetap harus disesuaikan dengan anggaran yang telah direncanakan.
Terakhir, masyarakat diimbau untuk menghindari hutang konsumtif, terutama untuk kebutuhan yang tidak bersifat mendesak. Jika harus meminjam dana, sebaiknya melalui lembaga keuangan resmi agar terhindar dari risiko pinjaman ilegal.
Nurullaili menegaskan bahwa kebahagiaan lebaran tidak diukur dari besarnya pengeluaran, melainkan dari keberkahan dan kebersamaan yang dirasakan bersama keluarga. Dengan perencanaan keuangan yang baik, masyarakat dapat merayakan lebaran dengan lebih tenang tanpa mengalami tekanan finansial setelah hari raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....