Ekonom UMS: Efisiensi Harus Bernilai Kebermanfaatan
- 31 Jul 2025 22:08 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Hingga kini, publik masih ramai membicarakan arahan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, terkait pentingnya efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bernegara. Menanggapi hal tersebut, Dosen Prodi Akutansi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dedy Surahman menyampaikan pandangannya mengenai makna efisiensi dalam konteks keuangan dan pembangunan nasional.
Menurut Dedy, efisiensi sejatinya bukan hanya sekadar pemangkasan anggaran, tetapi lebih kepada penekanan pada nilai kebermanfaatan dari suatu pengeluaran. "Dasar efisiensi dalam keuangan adalah upaya mengurangi pengeluaran yang tidak memberikan nilai manfaat signifikan. Oleh karena itu, efisiensi perlu dimaknai secara luas dan menyeluruh di semua lini, baik pemerintahan, pendidikan, hingga sektor swasta,” ujarnya saat dihubungi Pro4 RRI Surabaya, Senin (28/07/2025).
Ia menambahkan bahwa jika efisiensi hanya dilihat sebagai penghematan dana tanpa mempertimbangkan kebermanfaatan, maka kebijakan tersebut rawan menimbulkan multiinterpretasi, bahkan polemik di lapangan. "Efisiensi harus punya tujuan yang jelas, yaitu meningkatkan nilai manfaat dari setiap rupiah yang dikeluarkan, bukan semata-mata memangkas anggaran," tegasnya.
Sebagai akademisi, Dedy melihat bahwa efisiensi yang diterapkan dengan benar akan memberikan dampak positif yang besar. Hal ini terutama berlaku apabila seluruh sumber daya yang dimiliki mampu dikelola untuk menghasilkan manfaat maksimal dalam setiap kegiatan atau program.
"Setiap mata anggaran harus disusun dan dilaksanakan dengan prinsip kebermanfaatan jangka panjang,"katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....