Gen Z Belanja Online Tanpa Kontrol Picu Masalah

  • 20 Mei 2025 16:03 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Belanja online jadi gaya hidup generasi Z saat ini. Kemudahan akses digital membuat tren ini meningkat tajam. Dosen Akuntansi UNIBA Sumenep, Hanifah Fauziyah, menyebut budaya konsumsi anak muda mulai bergeser. Belanja daring kerap dilakukan secara impulsif dan tanpa perhitungan matang.

“Gen Z sangat akrab dengan e-commerce dan promo digital,” ujar Hanifah, Senin (20/5/2025).

Menurutnya, fitur flash sale dan paylater jadi pemicu utama. Mereka tergoda gratis ongkir, cashback, dan diskon besar. Kebiasaan ini membuat perilaku konsumtif semakin sulit dikendalikan.

Akibatnya, barang tidak dibutuhkan tetap terbeli. Tabungan berkurang dan pengelolaan keuangan jadi kacau. Jika menggunakan paylater, tagihan pun menumpuk. Anak muda sering kesulitan melunasi saat jatuh tempo.

“Digitalisasi membuat promo tersedia 24 jam,” tambah Hanifah.

Menurut Hanifah Gen Z tergoda kapan saja karena notifikasi belanja terus muncul. Fenomena FOMO juga memperparah situasi. Anak muda takut tertinggal tren barang terbaru. Hanifah menyebut literasi keuangan masih minim. Mereka belum paham cara mengatur pengeluaran secara bijak.

Ia menyarankan metode tunda 24 jam sebelum belanja. Cara ini membantu menimbang apakah barang benar-benar dibutuhkan. “Buat anggaran belanja dan hindari cicilan konsumtif, praktik self-care nonbelanja juga harus dibiasakan," tegas Hanifah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....