Dosen UNMUH: 'Golek Pulihan' Tanda Keuangan Tidak Sehat
- 11 Apr 2025 09:03 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Ungkapan "golek pulihan" mencerminkan kondisi finansial tidak stabil pasca-Lebaran. Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Surabaya Dedy Surahman, SE.,MM,, hal ini terjadi akibat perencanaan keuangan yang buruk.
"Pemulihan seharusnya fokus pada penataan ulang manajemen keuangan, bukan sekadar kembali bekerja," tegas Dedy.
Ia menjelaskan, pengeluaran membengkak saat Ramadan dipengaruhi budaya kolektif, seperti tekanan sosial untuk tampil pantas dan memberi THR. "Ini akumulasi konsumsi momentum, bukan hanya kebutuhan agama," ujarnya.
Dedy menyarankan lima langkah pemulihan:
1. Evaluasi pengeluaran,
2. Cek cash flow dan tagihan,
3. Buat *mini recovery plan* dengan efisiensi kebutuhan sekunder,
4. Tetapkan target keuangan baru,
5. Siapkan pos dana Lebaran tahun depan.
"Dana darurat wajib ada untuk kebutuhan tak terduga," tambahnya.
Dengan strategi ini, pengeluaran nonprioritas bisa dikendalikan."Perencanaan matang mencegah 'golek pulihan' tahun depan," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....