Direksi SIER Turun Lapangan, Tenant Bongkar Kebutuhan Bisnis
- 15 Sep 2026 12:14 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Keamanan, kenyamanan pekerja, dan respons cepat pengelola menjadi pertimbangan utama tenant dalam menjalankan bisnis di kawasan industri, tidak hanya lahan dan infrastruktur fisik.
- Direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) melakukan kunjungan langsung ke tenant melalui agenda BOD Visit Tenant untuk memahami kebutuhan operasional mereka.
- Pendekatan personal dari manajemen puncak SIER menunjukkan komitmen untuk meningkatkan layanan dan kepuasan tenant di kawasan industri Rungkut Surabaya.
RRI.CO.ID, Surabaya - Apa yang paling dibutuhkan perusahaan ketika beroperasi di kawasan industri? Bukan hanya lahan dan infrastruktur. Keamanan, kenyamanan pekerja hingga kecepatan pengelola merespons keluhan ikut menjadi pertimbangan tenant dalam menjalankan bisnis.
Hal itu terungkap saat jajaran direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) turun langsung menemui sejumlah tenant dalam agenda BOD Visit Tenant.
Salah satu tenant, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bahkan menyoroti aspek keamanan sebagai hal yang dirasakan langsung selama beroperasi di kawasan SIER.
Branch Manager PT APL Ricki Hamdani mengatakan lingkungan kawasan selama ini memberikan rasa nyaman bagi aktivitas perusahaan. Salah satunya karena tidak ada pihak yang datang meminta-minta kepada perusahaan.
“Selama ini Kawasan SIER sangat nyaman untuk bisnis. Salah satu yang kami rasakan adalah dari sisi keamanan. Tidak ada preman yang datang meminta-minta ke perusahaan. Ini menjadi salah satu hal yang sangat kami hargai,” ujar Ricki.
Menurut Ricki, faktor keamanan menjadi semakin penting karena aktivitas perusahaan tidak selalu selesai pada jam kerja. Sebagian karyawan dapat pulang hingga malam hari.
Ia mengaku tidak khawatir ketika harus berada di kawasan pada malam hari.“Karyawan kami saat pulangnya larut malam juga tidak pernah ada kejadian yang mengganggu. Saya buktikan sendiri saat malam hari, pulang aman. Sering dilakukan patroli keamanan. Itu sangat bagus,” katanya.
Selain keamanan, Ricki menilai respons pengelola kawasan terhadap keluhan tenant juga menjadi bagian penting dalam menunjang operasional perusahaan.“Fasilitasnya juga sangat lengkap. Kalau ada keluhan, langsung ditangani dengan baik dan cepat. Bagi kami, hal-hal seperti ini sangat penting karena membuat perusahaan bisa menjalankan bisnis dengan tenang,” ungkapnya.
Masukan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan jajaran direksi SIER ke sejumlah tenant. Direktur Utama PT SIER Alif Abadi mengatakan kunjungan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kebutuhan perusahaan yang beroperasi di kawasan.
Menurutnya, kebutuhan tenant terus berkembang sehingga pengelola kawasan tidak bisa hanya mengandalkan komunikasi administratif.
“Kami ingin hadir langsung, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan masukan dari tenant. Dari sini kami bisa mengetahui apa yang perlu kami perbaiki dan tingkatkan, sehingga pelayanan SIER ke depan bisa semakin baik dan benar-benar memberikan nilai tambah bagi tenant,” ujar Alif.
Alif menegaskan tenant merupakan bagian dari ekosistem kawasan industri. Karena itu, keberhasilan tenant dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis turut menentukan pertumbuhan kawasan.
“Tenant bukan sekadar penghuni kawasan atau angka dalam portofolio bisnis. Mereka adalah bagian dari ekosistem yang sama. Ketika tenant dapat beroperasi dengan baik, berkembang, dan memiliki keyakinan untuk terus berinvestasi, kawasan pun ikut bertumbuh,” tuturnya.
Menurut Alif, persoalan berikutnya bukan sekadar bagaimana menerima masukan, tetapi memastikan ada tindak lanjut dari masukan tersebut.
“Pelayanan yang baik dimulai dari kemauan untuk hadir dan mendengar. Setelah itu yang tidak kalah penting adalah bagaimana setiap masukan dapat kami tindak lanjuti secara konsisten. Dari situlah kepercayaan dibangun,” katanya.
Dalam pertemuan dengan tenant, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan layanan dan fasilitas kawasan. Di antaranya layanan air recycle yang telah mengantongi sertifikat halal, pengembangan layanan fiber optic, serta peningkatan fasilitas olahraga.
SIER juga menyiapkan fasilitas olahraga baru berupa lapangan padel. Sementara fasilitas yang telah tersedia, seperti futsal dan tenis lapangan, akan terus dikembangkan. Fasilitas daycare juga disiapkan di Klinik SIER dan ditargetkan mulai diluncurkan paling lambat awal Oktober 2026.
Bagi SIER, pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan tenant yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi, tetapi juga kenyamanan orang-orang yang bekerja di dalam kawasan.
Selain fasilitas, SIER juga membuka peluang kolaborasi dengan tenant melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kolaborasi itu diarahkan pada sejumlah bidang, mulai pendidikan, lingkungan hingga sosial, dengan sasaran masyarakat di sekitar kawasan.
“Kami juga mengajak tenant untuk bersama-sama berkolaborasi dalam program TJSL. Ketika program pendidikan, lingkungan, sosial, dan bidang lainnya dilakukan bersama, tentu jangkauan dan dampaknya kepada masyarakat akan jauh lebih besar,” ujar Alif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....