Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Media dan Industri Kreatif di Jatim Media Summit

  • 30 Jul 2026 14:25 WIB
  •  Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengajak media memperkuat kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif untuk mendorong lahirnya merek lokal yang mampu bersaing di pasar nasional hingga global.
Ajakan itu disampaikan saat membuka Jatim Media Summit 2026 dengan tema "Ekosistem Ekonomi Kreatif & Transformasi Beyond Media Jawa Timur" di Whiz Luxe Spazio Surabaya, Rabu, 30 Juli 2026.
Menurut Riefky, Jawa Timur memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar. Sektor fashion, kuliner, kriya, gim, film, musik, hingga aplikasi digital terus menunjukkan perkembangan positif. "Sebetulnya kalau kita lihat, Jawa Timur itu sudah luar biasa, terutama dari sektor fashion, kuliner, kriya, sekarang juga berkembang games, film, musik, aplikasi juga sudah berkembang," ujarnya.
Ia menilai potensi tersebut harus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, media, akademisi, dan pelaku industri kreatif. Kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk memperluas pasar produk lokal.
"Kita percaya banyak sekali local hero dan local brand dari Jawa Timur tidak hanya bisa dibawa ke tingkat nasional, tetapi juga masuk ke pasar regional dan global," katanya.
Riefky mengatakan penguatan talenta, riset, serta komersialisasi kekayaan intelektual juga menjadi pekerjaan bersama. Menurutnya, hak kekayaan intelektual perlu didaftarkan agar memiliki nilai ekonomi dan menarik minat investor..
"Tantangannya perlu kolaborasi, ini zamannya kolaborasi. IP atau kekayaan intelektual juga harus bisa dikomersialisasi sehingga mempunyai nilai ekonomi," ucapnya.
Menanggapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Riefky menegaskan teknologi tersebut harus menjadi pendukung kreativitas, bukan menggantikan kreator. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi mengenai tata kelola AI.
"Kita mengharapkan AI jangan mengganti para kreator, tetapi memberikan nilai tambah. Dalam satu hingga dua bulan ini akan keluar Perpres tentang peta jalan AI dan etika AI," ujarnya.
Melalui Jatim Media Summit 2026, penyelenggara berharap tercipta model bisnis baru bagi media lokal di tengah disrupsi digital. Transformasi tersebut diharapkan mendorong media menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Timur (Foto: RRI/ Ermina)
CEO Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto mengatakan media lokal harus segera beradaptasi menghadapi perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, media tidak lagi dapat bergantung pada konten berbasis teks.
"Orang membaca media berbasis teks terus menurun. Karena itu teman-teman media harus mulai bergeser ke visual dan memanfaatkan berbagai platform digital," katanya.
Ia juga menilai media perlu membangun saluran distribusi sendiri melalui media sosial dan konten berkualitas. Strategi tersebut dinilai akan menjaga relevansi media di tengah perkembangan teknologi.
"Beyond Media berkaitan dengan kemampuan media melakukan kolaborasi dengan industri. Media harus tahu sumber pembacanya, tetapi juga harus memahami sumber bisnisnya," ujarnya.
Dwi menambahkan Jawa Timur memiliki modal besar untuk membangun ekosistem media yang berkelanjutan. Menurutnya, kekuatan sektor industri, pangan, energi, dan ekonomi kreatif menjadi peluang yang harus dimanfaatkan media lokal.
"Potensi di Jawa Timur sangat besar karena kita punya hampir semuanya. Industri kita maju, lengkap, dan ekonomi kreatifnya terus tumbuh," katanya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....