Jatim Jajaki Kerja Sama Investasi AI dan Ekonomi Digital dengan Guangxi, China

  • 28 Jun 2026 15:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Peluang kerja sama investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China, mulai dijajaki melalui pertemuan bilateral (one on one meeting) yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026. Pembahasan difokuskan pada pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ekonomi digital, hingga investasi infrastruktur.

Ketua Umum Aliansi Pendidikan Vokasi Seluruh Indonesia (Apvokasi) Jawa Timur sekaligus Dewan Pertimbangan Kadin, Jamhadi, mengatakan pertemuan berlangsung lancar dan delegasi Guangxi menyampaikan salam kepada Gubernur Jawa Timur. Menurut Jamhadi, pemerintah Guangxi menawarkan peluang kolaborasi di bidang AI untuk mendukung pengembangan berbagai sektor, termasuk pendidikan, pertanian, dan pariwisata.

"Fokus pembahasan adalah kerja sama pengembangan Artificial Intelligence serta peluang kolaborasi dengan Indonesia melalui China-ASEAN AI Innovation Cooperation Center," kata Jamhadi, secara tertulis, Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Kota Nanning sebagai pusat Guangxi Pilot Free Trade Zone memiliki berbagai insentif investasi. Mulai dari keringanan pajak bagi sektor prioritas, dukungan riset dan pengembangan, hingga kemudahan akses logistik menuju pasar ASEAN.

Namun, Jamhadi menegaskan insentif tersebut tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh investor. "Skema pendanaan hingga 5 juta RMB merupakan matching fund yang diberikan berdasarkan pencapaian target proyek dan melalui proses kompetisi inovasi. Begitu pula fasilitas ruang kerja hingga 500 meter persegi diperuntukkan bagi perusahaan yang lolos seleksi dan beroperasi di Nanning," ujarnya.

Pada pertemuan ini, delegasi Jawa Timur juga menawarkan sejumlah peluang investasi kepada pihak Guangxi. Di antaranya pengembangan pusat data (data center), kecerdasan buatan, keamanan siber, dan bisnis digital berskala besar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

Selain itu, peluang investasi juga ditawarkan pada pengembangan smart building, smart industry, pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 30 megawatt di Sumenep, serta proyek smart farming seluas sekitar 4.500 hektare di Jawa Timur. Jamhadi berharap penjajakan tersebut dapat menjadi langkah awal peningkatan investasi dan kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Guangxi, khususnya pada sektor teknologi digital dan industri berbasis inovasi.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia di antaranya dihadiri Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, (Board of Governors) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Ir. Onno Widodo Purbo, M.Eng., Ph.D., Bapak AI Indonesia, Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) dan IIB Darmajaya, Nurlina Noertam Purbo, Ketua ICT for Women (Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Perempuan) dan Onno Center. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati, dan Nathalia Nuryani SE (Amey) yang mewakili Perbankan. Sementara delegasi dari China yang turut hadir diantaranya Han Wei Bing, Vice Chairman of the Board of Directors, former Military Attache of the Chinese Embassy in Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....